MEUREUDU — Riuhnya pernyataan Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri di sejumlah media dalam beberapa hari terakhir memantik pertanyaan di tengah publik. Mantan tim sukses pasangan Sibral Malasyi–Hasan Basri (SABAR), Mahlil, menilai rentetan pernyataan tersebut patut dilihat lebih jauh, termasuk kemungkinan adanya kepentingan politik di baliknya.
“Saya menilai dari beberapa pernyataan beliau serta sepak terjangnya sebagai Wakil Bupati Pidie Jaya selama ini, pasti ada motif politik di balik riuhnya Hasan Basri di media,” kata Mahlil. Senin 28 September 2026.
Menurutnya, sebagai Wakil Bupati, Hasan Basri semestinya lebih mengedepankan pelaksanaan tugas dan kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satunya, kata dia, membangun koordinasi dengan SKPK serta memberikan masukan kepada Bupati terkait kebijakan pemerintahan.
“Bukan hanya menunggu diajak atau bagi-bagi jatah. Pemerintahan harus berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang sudah diatur dalam perundang-undangan,” ujarnya.
Mahlil juga mengkritik pilihan Hasan Basri yang menyampaikan persoalan internal pemerintahan melalui media. Menurut dia, polemik terbuka antara kepala daerah dan wakil kepala daerah berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintahan, terlebih Pidie Jaya sedang membutuhkan energi untuk pemulihan pascabencana banjir.
“Wabup jangan terlalu banyak mengeluh di media sehingga membuat kisruh. Apalagi saat ini Pidie Jaya sedang membutuhkan energi untuk bangkit dari musibah bencana banjir,” katanya.
Mahlil menegaskan, kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian dari kontrol masyarakat. Karena itu, menurutnya, kritik tidak semestinya dibalas dengan tantangan.
“Sebagai masyarakat kita memiliki hak untuk mengkritik dan mengevaluasi kinerja seorang pejabat. Bukannya dibalas dengan tantangan. Kita sekarang berada di zaman modern, bukan feodal,” tegasnya.
Ia meminta Hasan Basri menunjukkan kinerja melalui kerja nyata bersama Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
“Tunjukkan kinerja Anda dengan bergandengan tangan bersama Bupati dalam membangun Nanggroe Japakeh yang kita cintai ini,” ujar Mahlil.
Mahlil juga berharap komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati dapat kembali dibangun. Menurutnya, hubungan kerja yang baik di antara pimpinan daerah penting agar roda pemerintahan berjalan efektif.
“Kita berharap ke depan komunikasi antar-pimpinan bisa dibangun kembali demi terciptanya good government dalam pemerintahan Pidie Jaya,” pungkasnya.[Mul]









