Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

redaksi by redaksi
09/10/2026
in Internasional
0
Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

Tentara Prancis di pangkalan militer Djibouti, Afrika Timur. Foto: AFP/JACQUES DEMARTHON

Jakarta – Ketika pangkalan militer berdiri di sebuah negara, maka negara tersebut harus bersedia wilayahnya ditempati personel dan peralatan militer negara asing.

Tidak heran, keberadaan pangkalan militer asing di sebuah negara menimbulkan persoalan. Seperti pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Arab misalnya.

Namun, ada sebuah negara di tanduk Afrika yang bersedia wilayahnya dijadikan pangkalan militer asing, hingga lebih dari satu negara. Negara itu adalah Djibouti.

Djibouti adalah negara kecil dengan sekitar satu juta penduduk dan terletak strategis di pantai timur laut Tanduk Afrika, meliputi area seluas 23.200 kilometer persegi.

Karena kedekatannya dengan Selat Bab el-Mandeb di Semenanjung Arab yang kaya sumber daya dan jalur pelayaran strategis Teluk Aden, Djibouti telah muncul sebagai pusat persaingan antar negara asing untuk membangun landasan udara, kamp pelatihan, pelabuhan, pangkalan, dan pusat logistik, serta angkatan laut, yang menarik dana dan investasi internasional.

Akibatnya, Djibouti menjadi satu-satunya tempat di dunia dengan delapan pangkalan militer asing yaitu Amerika Serikat, China, Jepang, Prancis, Italia, Jerman, Spanyol, dan Arab Saudi.

Negara-negara ini, yang mencari basis untuk tujuan komersial dan keamanan, telah disambut hangat oleh Presiden Ismail Omar Guelleh, yang telah memerintah setidaknya selama dua dekade dan memanfaatkan lokasi strategis negara itu untuk memajukan tujuannya sendiri.

“Kawasan ini berada di pusat banyak hal, mulai dari perdagangan global, pelayaran, hingga konektivitas serat optik, energi, dan terkait dengan Terusan Suez, Indo-Pasifik,” kata Federico Donelli, penulis buku Power Competition in the Red Sea, kepada Al Jazeera.

Di antara Djibouti dan Yaman terbentang Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur selebar 19 km yang dilalui oleh lebih dari 4,8 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi olahan setiap harinya.

Selat ini tempat sekitar 12 persen perdagangan maritim global melewatinya setiap hari, sementara setidaknya 90 persen kapasitas internet Eropa-Asia berjalan melalui kabel yang diletakkan di sepanjang rute yang sama.

Pemerintah Djibouti tampaknya telah menerapkan “diplomasi negara kecil” untuk mengamankan kelangsungan hidupnya di lingkungan yang penuh permusuhan di wilayah tersebut.

Menurut teori tersebut, negara-negara kecil membutuhkan pendekatan strategis untuk bersaing melawan kekuatan yang lebih besar dalam sistem internasional.

Dengan demikian, Djibouti akan menjadi tuan rumah fasilitas militer eksternal untuk mengamankan investasi ekonomi dan menjalin aliansi, meningkatkan visibilitas negara tersebut seperti yang dinyatakan oleh Presiden Ismail Omar Guelleh. Inilah yang membuat banyak negara besar di dunia membangun pangkalan militernya di negara tersebut.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

Next Post

Golkar: Kami Sudah Putuskan Prabowo Capres 2029, Cawapres Nanti

Next Post
Golkar: Kami Sudah Putuskan Prabowo Capres 2029, Cawapres Nanti

Golkar: Kami Sudah Putuskan Prabowo Capres 2029, Cawapres Nanti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 9

09/10/2026
PKB Dorong Pansus Ijazah Gibran, Golkar Sebut Hanya Cukup Panggil KPU

PKB Dorong Pansus Ijazah Gibran, Golkar Sebut Hanya Cukup Panggil KPU

09/10/2026
Golkar: Kami Sudah Putuskan Prabowo Capres 2029, Cawapres Nanti

Golkar: Kami Sudah Putuskan Prabowo Capres 2029, Cawapres Nanti

09/10/2026
Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

09/10/2026
Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

08/10/2026

Terpopuler

Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

Negara Kecil di Afrika Ini Jadi Markas Militer Asing Terbanyak Dunia

09/10/2026

Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

Turnamen Voli Semi Open FAVO di Abdya Terancam Batal, Rekomendasi PBVSI Aceh Tak Kunjung Terbit

Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

Plt Sekda Abdya Buka Laser Cup I di Lhung Asan, 30 Klub Tarkam Ambil Bagian

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com