MEUREUDU – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) September 2026 mencatat sebanyak 52.866 kepala keluarga (KK) atau 170.762 jiwa masuk dalam pemeringkatan sosial ekonomi di Kabupaten Pidie Jaya.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pidie Jaya, Ari Khan, mengatakan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pendataan dan pemutakhiran data masyarakat agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 3.284 KK atau 5.842 jiwa belum memiliki desil. Sementara itu, Desil 1 mencatat jumlah terbesar, yakni 10.377 KK atau 36.941 jiwa.
Ari Khan menegaskan, pemutakhiran DTSEN membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah gampong. Masyarakat juga diimbau aktif memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonominya sesuai dengan keadaan sebenarnya.
“Data yang akurat menjadi dasar penting dalam perencanaan program perlindungan sosial. Karena itu, pemutakhiran harus terus dilakukan agar data semakin sesuai dengan kondisi masyarakat,” ujar Ari Khan.
Ia menambahkan, data masyarakat yang belum memiliki desil perlu mendapat perhatian melalui verifikasi dan pemutakhiran secara berkala, dengan melibatkan pemerintah gampong dan operator terkait.
DTSEN menjadi salah satu acuan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Namun, penetapan penerima bantuan sosial tetap mengacu pada kriteria dan ketentuan masing-masing program.[Mul]





![Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-14-at-13.04.57-120x86.jpeg)



