MEULABOH — Suasana penuh khidmat dan antusias tampak menyelimuti Masjid Ala’ Iddin, kompleks Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh, pada Rabu (21/10/2026). Seluruh santri bersama para dewan guru berkumpul mengikuti kegiatan sharing motivation yang menghadirkan sosok ulama kharismatik Aceh, Dr. Abi H. Zahrul Mubarrak HB, M.Pd., yang juga merupakan Direktur Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.
Dalam pemaparannya, sosok yang akrab disapa Abi MUDI ini mengawali motivasi dengan mengingatkan para santri tentang betapa besar keutamaan dan kemuliaan menuntut ilmu. Namun, keutamaan tersebut tidak selalu ditampakkan secara langsung oleh Allah Swt., sehingga kesabaran dan keikhlasan dalam belajar menjadi kunci utama.
Lebih lanjut, Abi MUDI menekankan pentingnya membersihkan hati dan menjauhi perbuadan dosa dalam menuntut ilmu. Ia mengatakan, “Ilmu adalah cahaya (nur) dari Allah SWT, dan cahaya itu tidak akan pernah menetap di hati yang kotor. Ibarat seseorang yang ingin membeli susu murni dan ia siap membeli dengan harga yang tinggi, namun jika wadah susu yang ia bawa kotor, tentu penjual susu tidak akan memberikannya, karena wadah kotor akan mengotori susunya.”
Abi MUDI juga memberikan perumpamaan hati manusia, “Ibarat botol, walau dalam keadaan kosong, namun jika tutupnya tidak dibuka, maka ia tidak akan pernah bisa diisi dengan air. Demikian pula dengan hati; jika hati terbuka dan bersih, maka ia akan mudah menerima serta diisi dengan ilmu pengetahuan.”
Menutup sesi materinya, Abi MUDI membagikan sejumlah amalan doa khusus agar hati para santri senantiasa terbuka (futuh) dalam menerima dan menyerap ilmu.
Pimpinan Dayah Ruhul Qur’ani Ust. H. Kamil Syafruddin, Lc. mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kunjungan Abi MUDI ke Dayah Ruhul Qur’ani.
“Kami keluarga besar Dayah Ruhul Qur’ani sangat senang dan bersyukur atas kehadiran ulama di tengah-tengah santri kami. Semoga dengan berkah kehadiran ulama, serta doa dan motivasi yang telah diberikan, santri-santri Dayah Ruhul Qur’ani semakin bersemangat dalam belajar serta kelak mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat,” ungkap Syaikh Kamil. []










