Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Food & Travel

Kue ‘Samaloyang’ Sebagai Tanda Uroe Raya Karab

redaksi by redaksi
28/07/2020
in Food & Travel
0

IBU-ibu itu menghadang kompor gas. Ada wajan kecil yang berisi minyak mendidih dan adonan berwarna putih di sisi kanannya.

Ia berulangkali mencelupkan besi kecil yang bermata seperti bunga ke dalam adonan dan kemudian kembali dicelupkan dalam minyak yang mendidih tadi. Beberapa menit kemudian, adonan terlepas dari besi dan muncul kue sesuai cetakan tadi.

Aktivitas ini terus menerus dilakukannya secara berulang.

Kue yang dimasak oleh ibu-ibu ini bernama Samaloyang atau kembang loyang. Salah satu kue tradisional peninggalan indatu di Aceh.  

Di Aceh Besar, kue Samaloyang sudah amat jarang dijumpai di rumah-rumah masyarakat.

Masyarakat mulai beralih ke kue kacang-kacangan atau bolu yang dijual di supermarket atau pasar tradisional. Lebih plaktis dan menghemat waktu. Terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas yang padat.

Namun ada juga yang masih bertahan dengan tradisi peninggalan indatu Aceh. Salah satunya seperti ibu-ibu di Desa Lamnga, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

“Bagi kami, tak lengkap lebaran kalau Samaloyang belum masak,” kata Sukmawati, ibu-ibu desa Lamnga, Senin 27 Juli 2020.

Menurutnya, memasak Samaloyang merupakan warisan turun temurun dalam keluarganya. Ia diajarkan oleh neneknya untuk memasak kue tradisional tersebut.

“Bagi kami, ada Samaloyang berarti lebaran hampir tiba. Baik Idul Fitri maupun Idul Adha.”

“Membeli kue lebaran memang lebih hemat waktu. Tapi memasak sendiri terasa lebih nikmat,” kata Sukma lagi.

Menurutnya, hampir setiap jelang hari raya, dirinya dan keluarga memasak Samaloyang.

“Dengan begini, kami tetap bisa merasakan khas Aceh. Sekarang yang menyediakan kue tradisional seperti ini agak jarang. Jadi kalau mau merasakan kue Samaloyang, ya harus masak sendiri,” ujarnya.

Selain kue Samaloyang, ada sejumlah kue tradisional Aceh lainnya yang dimasak Sukma jelang hari raya, seperti keukarah, lontong serta lainnya. Semua ini akan dihidangkan bagi para tamu yang berkunjung pada lebaran nanti.

 

 

Tags: acehidul adhaSamaloyang
Previous Post

Pegawai Badan Penghubung Pemerintah Aceh  Ikut Rapid Test

Next Post

Soal Multiyear, Syech Fadhil: Ini Harapan Rakyat

Next Post
Senator Fadhil Rahmi Dukung Perubahan STAIN Meulaboh Menjadi IAIN

Soal Multiyear, Syech Fadhil: Ini Harapan Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026
Semarak Pembagian Rapor di MIN 11 Banda Aceh: Penghargaan Prestasi, Literasi, dan Karya Guru

Semarak Pembagian Rapor di MIN 11 Banda Aceh: Penghargaan Prestasi, Literasi, dan Karya Guru

19/06/2026
Kejari Aceh Timur Tuntut Direktur BUMD 7,5 Tahun Terkait Korupsi Sawit

Kejari Aceh Timur Tuntut Direktur BUMD 7,5 Tahun Terkait Korupsi Sawit

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Kue ‘Samaloyang’ Sebagai Tanda Uroe Raya Karab

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com