SIGLI – Pria itu bernama Muhammad Isyah Basyah, 52 tahun, warga Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini cuma bisa pasrah karena gubuk yang ditinggalnya kian lapuk dimakan usia.
Gubuk tersebut adalah bekas pos kambling warga. Selama ini ia luput dari program batuan dari pemerintah.
Namun pada Jumat 2 Oktober 2020, ia dan keluarga mendapat kunjungan dari sejumlah Relawan Muda Partai Aceh (RMPA). Kegiatan ini dilakukan RMPA hampir setiap pekan usai salat Jumat.
Muhammad Isyah Basyah adalah bapak empat anak. Ia merasa sangat senang dan terharu sambil berlinang air matanya menerima bantuan Sembako dari Relawan Muda Partai Aceh.
“Semoga segala kebaikan ini dibalas oleh Allah Swt dan selalu dilindungi Allah, sehat selalu dan murah rezeki,” ujar dia.
Kegiatan ini juga dihadiri ketua sagoe Komite Peralihan Aceh (KPA) kecamatan Mila beserta perangkat gampong Teungoh Ilot.
Kepada atjehwatch.com, salah satu anggota RMPA Maidar, 28 tahun, menyampaikan bahwa kunjungan ini bermula dari informasi yang diterima melalui pesan wtchatp (WA) dari salah seorang masyarakat.
“Kita Langsung mengagendakan Program Jum’at ini untuk melihat kondisi keluarga tersebut sekaligus memberikan bantuan Sembako dan uang tunai.
“Kami melihat langsung merasa sangat tersentuh hati ketika melihat dan mendengar kodisi keluarga bapak Muhammad dan keluarganya,” ujar dia.
Sementara Muhammad, mengaku sudah dua tahun keluarga ini tinggal di gubuk bekas pos kambling warga dengan tempelan kayu bekas yang disulap menjadi tempat tinggal dan separuhnya sudah lapuk.
“Dengan kondisi seperti ini Muhammad yang sehari harinya bekerja sebagai buruh bangunan harus menghidupi keluarga diantaranya empat orang anak dan seorang istri,” kata Koordinator Lapangan Ahyar, S.P.d,I.
Sementara Kaur pemerintah Gampong Teungeh Ilot menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada rombongan RMPA yang telah berkunjung dan memberikan bantuan kepada warganya.









