Aceh Besar – Santri MA Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) menggelar Pentas Seni 2020 dengan tema Acatalepsy (An Amazing Creativity as The Last Tribut and Legacy of Infinity) yang berarti sebuah kreativitas luar biasa sebagai penampilan terakhir dan warisan yang tidak terhingga pada 6-7 November 2020.
Acara tersebut melupakan program kerja tahunan Departemen Kesenian dan menjadi acara terakhir sebelum pergantian kepengurusan OSIS Madrasah Dayah RIAB dan sebelum ujian akhir semester.
Pukul 22.00 WIB acara diawali dengan penampilan hadrah putri yang membawakan lagu ‘Qamarun’ dan ‘Hayyul Hadi’ dilanjutkan Mars RIAB dan Mars Madrasah oleh Tim Paduan Suara. Master of Ceremony memandu acara pembukaan pentas seni menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
Pembukaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Sekolah MA RIAB dan Waka Humas RIAB diminta untuk menekan bel lalu panitia menampilkan video triller yang disorot layar proyektor di kanan dan kiri panggung. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Rapa’i Geleng. Tari ini sudah menjadi ciri khas tari persembahan pada pembukaan acara di MA RIAB.
Setelah acara pembukaan resmi selesai, pembawa acara informal mulai menyapa penonton dengan ceria. Kedua pembawa acara memandu acara penampilan hingga penampilan penutup Musikalisasi puisi, dilanjutkan dengan Nasyid Putri, Scout Show, Drama oleh kelas X Putra, Perkusi oleh kelas XI Putri, ditutup oleh Tari kreasi Saman dan Didong Gayo.
M. Naufal Haritsa selaku Ketua Departemen Kesenian periode 2019-2020 mengharapkan, dengan adanya Pentas Seni ini santri dapat terhibur setelah sekian bulan banyak acara yang tidak dilaksanakan karena pandemi covid. Ia juga berharap santri yang memiiliki bakat seni juga bisa menunjukkan bakat mereka.
“Alhamdulillah acara malam ini berjalan lancar, besok malam masih ada acara yang lebih seru, teman-teman di rumah tetap bisa menyaksikan acaranya lewat Live Instagram @ruhulislamanakbangsa,” kata Rahmat Pirwanja selaku Ketua Panitia Acara.










