TAPAKTUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) V dinilai belum berkontribusi penuh terhadap masyarakat wilayah pemilihannya.
Hal ini disampaikan oleh Supriadi mahasiswa Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu 13 Maret 2020.
Ia menilai, hampir 2 tahun menduduki kursi empuk belum terlihat progresnya terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat selama ini.
“Trumon Raya punya segudang masalah, diantaranya mutu pendidikan yang rendah, pelayanan kesehatan yang belum memadai, banjir, kurangnya ketersediaan mobil damkar, terminal terlantar, pasar Keude trumon yang belum di fungsikan, jembatan gampong Cot Bayu yang rawan kecelakaan, hingga persoalan tapal batas PT. Asdal dengan warga Kapa Seusak, dan PT. ASN yang sampai saat ini CSR-Nya bergentayangan,” ungkap Supriadi.
Seharusnya, kata dia, dengan keberadaan Ketua DPRK Aceh Selatan dan didampingi Wakil Ketua I, serta tiga orang anggota DPRK di dapil V menjadi harapan besar bagi masyarakat.
Apalagi terdengar isu dalam waktu dekat ini ada pergantian antar waktu (PAW) Wakil Ketua II DPRK dari Ridwan ke Adi Samridha. Artinya pimpinan DPRK dikendalikan oleh wakil rakyat Bakongan Raya-Trumon Raya.
“Mungkinkah? Jabatan tersebut untuk bergaya-gaya saja, atau memperkaya diri, atau bisa jadi mereka tidak paham dengan fungsi dewan,” kata Supriadi.
Bila aspirasi masyarakat tak bisa diwujudkan, lanjut Supriadi, kemana lagi rakyat harus menyampaikannya. Apalagi, katanya, Bupati Aceh Selatan saat ini masih fokus kunting pita di sana sini.
“Maka dari itu, saya berharap kepada Legislatif dan Bupati Amran yang terhormat, agar meningkatkan mutu pendidikan trumon raya, salah satunya di perbanyak tenaga pengajar, insentif tenaga honorer yang memadai,” ujarnya.
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima dan ketersediaan ambulance yang cukup. Untuk mengatasi banjir segera membangun kanal atau normalisasi sungai.
“Meminta penyediaan mobil Damkar yang layak pakai. Terminal terlantar bisa di alihkan fungsi sebagai posko damkar trumon timur seperti usulan Bapak Camat Husin sebelumnya,” kata Supriadi.
Selanjutnya, ujarnya lagi, segera lakukan perbaikan jembatan yang baru di Gampong Cot Bayu sehingga terhindar korban kecelakaan.
“Begitu juga pasar Keude trumon juga bisa di optimalkan/di alihkan fungsinya untuk sekretariat BUMG gampong setempat mengingat warga tidak berjualan seputaran pasar tersebut,” kata Supriadi.
Terakhir, Supriadi berharap legislatif dan eksekutif benar-benar serius menanggani permasalahan publik. Sebab, katanya, masalah masyarakat adalah kemajuan yang tertunda.










