BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh, Bardan Sahidi, meminta Pemerintah Aceh untuk segera mengatasi keresahan publik terkait banyaknya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang bermasalah di Aceh belakangan ini.
Hal ini disampaikan politisi PKS Aceh tersebut dalam interupsinya pada sidang paripurna DPR Aceh saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBA Tahun 2020 di gedung utama DPR Aceh, Selasa 4 Mei 2021.
“Meneruskan keresahan publik Aceh pengunan jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada Bank BUMN dan BUMA di Aceh, BSI dan Bank Aceh Syariah atas kekosongan kas, gagal trasfer saldo terdebit, yang menyebabkan antreaan panjang,” kata Bardan.
“Hal ini disebabkan kelemahan managmen dan dukungan IT perbankan di Aceh. Saya meminta pemerintah dapat mengatasi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi menjelang Idul Fitri dan pembayaran gaji ASN bulan ke-13,” ujar politisi PKS itu.
Menurutnya, dalam rapat kerja dengan OJK, BI dan pimpinan Bank BUMN dan BUMA yang ada di Aceh harus ditindaklanjuti.
“Minta juga perhatian Menteri BUMN untuk menegur kinerja Bank Syariah Indonesia,” ujarnya lagi.








