Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Ini Kata Peneliti Lapan Soal Cahaya Merah Jatuh di Langit Aceh

Admin1 by Admin1
17/10/2021
in Teknologi
0
Geger Benda Bercahaya Merah Jatuh di Langit Aceh, Cek Faktanya

Benda Bercahaya Merah Di Langit Aceh (Foto: Instagram)

JAKARTA – Sebuah video viral yang memperlihatkan cahaya merah yang diduga meteor jatuh dan pecah di langit Aceh membuat warga heboh.

Sejumlah akun di berbagai media sosial pun turut mengunggahnya. Salah satunya akun @fakta.indo.

Dalam unggahan tersebut, dituiskan caption bahwa fenomena ini terjadi menjelang subuh di langit kawasan Simpang Lancang, Pintu Rie Gayo, Bener Meriah, Aceh, Kamis (14/10/2021)”.

Video diduga meteor jatuh ini pun sudah ditonton ratusan ribu orang, dan sejumlah netizen turut mempertanyakan apakah itu pertanda meteor jatuh.

“Itu apa ya?” tulis akun @nugraha_adi_p

Akun lainnya menambahkan pertanyaan tersebut apakah video viral bola merah jatuh di Aceh ini adalah meteor.

“Meteor (?)” tanya akun @marah02.

“Meteor itu, gausah pikir aneh ah,” timpal akun @ardhimoris.

Lalu, benarkah bola merah dalam video viral tersebut adalah penampakan meteor jatuh?

Untuk menjawab fenomena menarik tersebut, Kompas.com menghubungi peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang.

Andi menjelaskan bahwa kemungkinan besar benda merah jatuh itu adalah fireball atau bola api meteor.

“Karena bola kemerahan ini tampak meledak di udara, namun tidak disertai dentuman, bisa jadi bola kemerehan ini adalah fireball atau bola api meteor,” kata Andi, Sabtu (16/10/2021).

Warna kemerahan yang muncul pada bola api akibat kecepatan yang tinggi saat meteor melaju.

Sehingga, hal itu menimbulkan reaksi kimiawi antara inti meteor dengan molekul gas nitrogen dan oksigen di sekitarnya pada atmosfer Bumi yang ditandai dengan pijar berwarna merah, yang kemudian tampak seperti bola merah yang ditampilkan dalam video viral di media sosial tersebut.

“Bola api ini lebih terang dari (planet) Venus kecerlangannya,” ujarnya.

Perbedaan bola api dengan bolide adalah bola api tidak disertai dengan suara ledakan ataupun dentuman seperti gemuruh, sedangkan bolide disertai dengan suara dentuman.

Di mana saat ini memang sedang aktif hujan meteor Orionid sejak 2 oktober hingga 7 November mendatang (puncak 21 oktober), yang dapat disaksikan sejak pukul 10.00 WIB malam.

Selain hujan meteor Orionid, ada pula hujan meteor Epsilon Geminid.

Hujan meteor Epsilon Geminid telah aktif sejak 14 Oktober dan masih akan berlangsung hingga 27 Oktober 2021, di mana puncaknya terjadi pada 19 Oktober nanti, dengan waktu pengamatan yang sama dengan Orionid.

Andi menduga, sepertinya waktu pengamatan bola kemerahan ini ketika senja. Di saat dua titik radian atau titik asal kemunculan hujan meteornya baik Orionid maupun Epsilon Geminid belum terbit.

“Anda kemungkinan berasal dari meteor sporadis, meteor yang muncul tidak dari konstelasi tertentu ataupun waktu-waktu tertenu,” kata dia.

Ia menambahkan, intensitas meteor sporadis juga tidak seteratur hujan meteor yang selalu konstan setiap jamnya

Akan tetapi, Andi berkata bahwa ini baru dugaannya saja. Sehingga untuk memastikan apakah ini benar-benar meteor atau bukan, haruslah dikeluarkan pernyataan resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

sumber: kompas.com

Previous Post

Bupati Shabela Sambut Finish Peserta Tour De Gayo 2021

Next Post

Kapolsek Simpang Jernih ‘Jemput Bola’ Vaksin hingga ke Tampor Paloh

Next Post
Kapolsek Simpang Jernih ‘Jemput Bola’ Vaksin hingga ke Tampor Paloh

Kapolsek Simpang Jernih 'Jemput Bola' Vaksin hingga ke Tampor Paloh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026
Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com