SABANG – Iskandar Zulkarnain secara resmi menyatakan mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).
Pernyataan ini diutarakan dalam pertemuan khusus dengan seluruh unsur manajemen dan pegawai BPKS di ruang rapat Lantai 3 Kantor BPKS pada Kamis 7 April 2022.
“Seperti komitmen saya, sejak awal untuk membenahi BPKS, saat ini menurut saya BPKS sudah berjalan di atas koridornya dan telah lebih baik, seperti realisasi anggaran tahun 2021 meningkat tajam, kedisiplinan sumber daya manusia sudah sangat baik, banyak kerjasama yang sudah terbangun, maka sekarang sudah waktunya saya undur diri dari lembaga yang saya cintai ini,” jelas Iskandar.
Ia juga menambahkan, saat ini BPKS telah berhasil mengikat kerjasama dengan Pemerintah India, Krakatau Steel, Marina Del Ray, semnua ini terbangun atas dukungan penuh Kemenko Maritim dan Investasi dalam rangka membangun Kawasan Sabang.
“Pun demikian, semua kerjasama tersebut tetap ditindak lanjuti karena bukan tidak mungkin semua itu akan merubah Sabang lebih baik:, pesannya.
Selain itu Iskandar menyebutkan, pelabuhan penyeberangan Balohan yang merupakan aset BPKS telah di kelola oleh Dinas Perhubungan Aceh, baik dari sisi pelayananan, operasional maupun keselamatan.
Selanjutnya, BPKS bersama Pemerintah setempat untuk bisa menyusun aturan-aturan terkait pendapatan dari aset tersebut, katanya.
Dalam pertemuan itu, Iskandar juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh manajemen dan karyawan atas dukungan dan kerjasamanya selama ini serta menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dan kesalahan maupun tindakannya yang dianggap tidak sesuai.
Menurut Iskandar, pengunduran dirinya sudah diterima dan disetujui Gubernur Aceh selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), dan akan segera dilakukan pertemuan antara anggota DKS dan Dewan Pengawas pada hari Sabtu (9/3) mendatang.







