USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akhir-akhir ini menjadi viral, lantaran Pemerintah Provinsi Aceh mengadakan kegiatan Pesona Barat Selatan Aceh yang diadakan sejak tanggal 29 sampai dengan 31 Agustus 2022 di Tapaktuan.
Yudya Pratidina, S.Ds, Ketua Bidang Industri Kreatif dan Pariwisata Forum Jurnalis Aceh (FJA) Wilayah Aceh Barat Daya, dalam kesempatan itu serta turut mengunjungi Stand Bazar UMKM Abdya, menghimbau elemen masyarakat dan pemerintah agar peduli terhadap UMKM.
“Berbicara soal Aceh atau Abdya, tidak usah muluk-muluk. Faktanya saja, UMKM itu merupakan kelompok ekonomi yang jumlahnya mayoritas di Aceh. Oleh karena itu, sudah semestinya menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat,” ungkap Yudya.
Ia menjelaskan bahwa, UMKM dapat menunjang perekonomian masyarakat secara menyeluruh, terutama generasi milenial.
“Anak-anak muda seperti saya ini punya semangat tinggi tapi modal kurang. Maka, tidak usah bicara muluk-muluk soal menjadi pengusaha seperti Nadiem Makarim yang punya Gojek. Karena faktanya kita semua akan menjadi pengusaha Mikro, Kecil atau Menengah. Untuk menjadi pengusaha makro skala industri itu bukan tidak mungkin. Tapi butuh modal dan effort yang tinggi. Untuk itu, kalau mau dukung anak-anak muda maka harus dukung UMKM juga sebagai persiapan awal mereka menjadi pengusaha.” jelas Yudya.
Ia juga menjelaskan bahwa, saat ini salah satu kendala yang dihadapi UMKM diantaranya promosi usaha. Namun, hal itu bisa diatasi dengan adanya edukasi kepada masyarakat agar membeli produk lokal.
“Pada umumnya para pelaku UMKM itu pandai mengeluarkan hasil produksinya, tapi bingung mau jual kemana. Mengingat wisatawan ke Abdya jumlahnya masih relatif sedikit. Maka, satu-satunya target market mereka ya penduduk lokal. Namun minat beli terhadap produk lokal ini juga menurun. Setuju atau tidak, kita lebih mencintai jajanan buatan pabrik dari luar,” kata Yudya.
Namun demikian, lanjutnya. Kita yakin hal itu bisa diatasi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mencintai produk lokal Abdya.
“Mencintai produk lokal itu bagian dari perjuangan ekonomi. Semua kita mesti membangun social framming agar masyarakat membeli produk buatan pelaku usaha Abdya.” imbuhnya.
Reporter: Rusman











