Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aceh Diguncang Gempa Beruntun Usai 6,4 Magnitudo Dini Hari Tadi

Admin1 by Admin1
24/09/2022
in Nanggroe
0
Jumat Malam, Meulaboh Dilanda Gempa 4,6 SR

JAKARTA – Gempa magnitudo 6,4 mengguncang wilayah pantai selatan Kota Meulaboh, Aceh Barat, pada Sabtu pukul 03.52 WIB. Namun dilaporkan hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang terdampak tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada laporan serta pengamatan terhadap kerusakan bangunan yang dialami,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno Adi dalam konferensi persnya, Sabtu (24/9).

Suko juga menyampaikan dari hasil monitoring BMKG sempat terjadi gempa susulan dengan kekuatan kecil di Aceh.

“Hingga Sabtu 24 September 2022 pukul 08.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya dua aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo sebesar M 2,7,” ucapnya.

Historis Gempa Aceh

Di waktu yang bersamaan, lebih lanjut, Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono, menyampaikan historis wilayah Aceh yang kerap dilanda gempa besar.

Daryono menuturkan pada tahun 2004 Aceh sempat diguncang gempa 9.0 magnitudo degan potens tsunami. Sebanyak 283.100 orang dinyatakan meninggal, 14.100 orang hilang, dan 1.126.900 orang mengungsi.

“Pada tahun 2005 tanggal 8 Maret gempa sebesar 8,9 magnitudo menyebabkan 1.303 orang meninggal, lebih dari 340 orang luka – luka, dan lebih dari 300 bangunan rusak. Gempabumi ini menimbulkan tsunami,” paparnya.

Di tahun 2010 tepatnya pada tanggal 7 April gempa berkekuatan 7,6 magnitudo menimbulkan tsunami. Adapun lima orang dinyatakan luka berat, 17 orang luka ringan, 64 unit rumah rusak berat, 275 unit rumah rusak sedang, dan 824 rumah rusak ringan.

Sebelumnya diberitakan, Gempa bumi bermagnitudo 6,4 wilayah pantai selatan Kota Meulaboh, Aceh Barat, pada Sabtu pukul 03.52 WIB. Gempa disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia, tidak berpotensi tsunami.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ),” kata Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Sabtu (24/9).

Gempa tektonik dengan parameter update magnitudo 6,2 tersebut terletak pada koordinat 3,75 derajat Lintang Utara, 95,97 derajat Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 Km arah Selatan Kota Meulaboh, Aceh pada kedalaman 53 km.

Daryono mengatakan guncangan gempa dirasakan di daerah Meulaboh, Aceh Selatan, dan Nagan Raya dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Guncangan juga dirasakan di daerah Aceh Besar, Banda Aceh, Takengon, Bener Meriah, dan Simeulue dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Kemudian guncangan juga dirasakan di daerah Pidie, Idi, Bireuen, Langsa dan Aceh Tamiang dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa serta pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Sumber: merdeka

Previous Post

Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

Next Post

Ratusan Kendaraan Terjebak Macet Dekat Jembatan Peudada Bireuen

Next Post

Ratusan Kendaraan Terjebak Macet Dekat Jembatan Peudada Bireuen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prodi MPBEN FKIP USK Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Prodi MPBEN FKIP USK Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

26/04/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 3,0 SR Guncang Pidie di Minggu Pagi

26/04/2026
Tiga Pria Hanyut di Sungai Mane, Dua Selamat, Satu Hilang Masih Dicari

Tiga Pria Hanyut di Sungai Mane, Dua Selamat, Satu Hilang Masih Dicari

26/04/2026
UIN Ar-Raniry Kupas Peluang Studi ke Irlandia Melalui Webinar ‘Emerald Dreams’

UIN Ar-Raniry Kupas Peluang Studi ke Irlandia Melalui Webinar ‘Emerald Dreams’

26/04/2026
TNI dan Warga Aceh Selatan-Singkil Bersinergi Bangun Jembatan Aramco di Trumon

TNI dan Warga Aceh Selatan-Singkil Bersinergi Bangun Jembatan Aramco di Trumon

26/04/2026

Terpopuler

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

25/04/2026

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB ke – XIII 2026 se-Barat Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com