BANDA ACEH – Angka kematian akibat gangguan ginjal akut pada anak di Aceh bertambah menjadi 22 orang. Korban terbaru seorang anak asal Aceh Tengah meninggal dunia setelah dirawat intensif selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Abidin, Minggu (24/10/2022).
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, Syafruddin Haris mengatakan pasien mengalami gangguan ginjal akut yang dirawat tersebut sudah dalam kondisi yang berat (parah). Pasien tersebut dirujuk dari Rumah Sakit Datuk Beuru, Aceh Tengah.
“Orang tua terlambat tahu kondisi anaknya. Anaknya juga tidak ada keluhan apa pun,” kata Syafruddin Haris.
IDAI Aceh mencatat kasus gangguan ginjal akut pada anak di daerah ini sejak Januari 2022 sudah mencapai 29 kasus, dan 22 orang orang meninggal dunia. Rata-rata pasien terlambat mendapatkan penanganan, karena mereka berasal dari kabupaten/kota di Aceh yang jauh dari rumah sakit.
Selain itu, Syafruddin mengatakan pihak rumah sakit juga kewalahan menangani pasien dengan gangguan ginjal akut. “Selain keterbatasan alat dan obat-obatan, tim medis juga kurang berpengalaman dalam menangani kasus seperti ini,” ungkap Syafruddin Haris.
“Kita juga masih menunggu kiriman obat dari Singapura,” tuturnya.
Gagal ginjal akut menjadi momok bagi anak dan para orang tua. Dengan angka kematian yang tinggi di Aceh, Syafruddin meminta para orang tua untuk tetap waspada, karena kasus ini sangat berbahaya.
“Kita ingatkan agar mengikuti imbauan dari Kemenkes, agar tidak memberikan obat sirup pada anak dibawah usia 6 tahun,” ingatnya.










