Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Masyarakat Aceh Harus Perhatikan Pengungsi Rohingya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
27/12/2022
in Nanggroe
0
Masyarakat Aceh Harus Perhatikan Pengungsi Rohingya

BANDA ACEH – Anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Dr Abdul Rani MA mengatakan, masyarakat Aceh yang mayoritas Islam harus menaruh perhatian kepada etnis Rohingya yang kemarin (25/12/2022) mengungsi ke Indra Patra, Aceh Besar, 57 jiwa dan hari ini (26/12/2022) kembali mendarat di Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

“Perhatian ini cukup beralasan, apalagi di Aceh telah berfungsi lembaga filantropi Islam, Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal Kabupaten/Kota seluruh Aceh. Badan harta agama ini mengelola zakat yang mencakup asnaf ibnu sabil. Dengan asnaf ini Baitul Mal dapat membantu pengungsi Myanmar,” kata Abdul Rani, saat mengungjungi pengungsi Rohingya di Indra Patra, Senin, (26/12/2022).

Menurut pakar komuniaksi antar budaya ini, kesengsaraan Rohingya membuat mereka mengungsi ke luar negeri. Fenomena ini menjadi problematik bagi Aceh, untuk itu perlu sinergi berbagai pihak menangani pengungsi ini. Misalnya perlu secepatnya memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari dan makanan tambahan bagi pengungsi, sementara makan sehari-sehari sudah dipenuhi oleh IOM.

Sebagai lembaga Agama, tambahnya, hak-hak pengungsi tertera dalam surat at-Taubah ayat 60, yaitu adanya asnaf ibnu sabil yaitu orang yang putus hubungannya dengan keluarga, tidak ada pakaian dan makanan. Karena itu, sebenarnya Baitul Mal Aceh harus hadir membantu sebelum UNHCR dan IOM membantu mereka. “Artinya, kehadiran Baitul Mal Aceh mengurus pengungsi Rohingya sedikitnya mengurangi beban ibnu sabil yang terdampar di Aceh,” tegasnya.

Mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry ini menjelaskan, Rohingya merupakan salah satu etnis minoritas yang hidup dan berkembang ratusan tahun lalu di Myanmar. Sebelum Inggris datang ke Myanmar, mereka hidup dalam keberagaman, sekarang mereka termarjinalkan setelah Aung San Suu Kyi berkuasa terutama tahun 2016-2017.

Karena itu, menurut dia, etnis Rohingya tetap menjadi fenomena menarik, sebab siapa pun pemimpin Myanmar, Rohingya tetap tertindas. Pengungsian mereka erat kaitannya dengan politik yang berkembang di dunia yang terkonsentrasi pada paham kapitalis dan komunis. Sementara Aung San Suu Kyi cenderung ke Barat, sedangkan militer yang dimotori Min Aung Hlaing cenderung ke Rusia dan Cina.

“Namun yang tertindas adalah Rohingya,” pungkasnya. []

Previous Post

Mufakhir Muhammad Kandidat Pertama Mendaftar Senator DPD RI

Next Post

Sandiaga Tak Mau Main-main Jadi Capres Meski Gerindra Usung Prabowo

Next Post
Pernyataan Lengkap Sandiaga Uno Soal Maju di Pilpres 2024

Sandiaga Tak Mau Main-main Jadi Capres Meski Gerindra Usung Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

21 Agustus: Tragedi Rumoh Geudong, Ahli Waris dan Aktivis HAM Aceh Desak Keadilan Menyeluruh

19/08/2026
Ulama Dayah Aceh Barat Akan Gelar MUDAB Akbar ke-4, Hadirkan Ketua MPU Aceh Sebagai Pemateri

Ulama Dayah Aceh Barat Akan Gelar MUDAB Akbar ke-4, Hadirkan Ketua MPU Aceh Sebagai Pemateri

19/08/2026
Abdya Terima Bantuan Logistik Rp1,77 Miliar dari Pemerintah Aceh

Abdya Terima Bantuan Logistik Rp1,77 Miliar dari Pemerintah Aceh

19/08/2026
Bupati Abdya Santuni 1.604 Anak Yatim, Berharap Pejabat Bisa Jadi Ayah Asuh

Bupati Abdya Santuni 1.604 Anak Yatim, Berharap Pejabat Bisa Jadi Ayah Asuh

19/08/2026
Tak Cukup Kibarkan Bendera, Mapala CEMPAGA dan Relawan Gesit Pidie Bawa Semangat Kemerdekaan ke Perut Bumi

Tak Cukup Kibarkan Bendera, Mapala CEMPAGA dan Relawan Gesit Pidie Bawa Semangat Kemerdekaan ke Perut Bumi

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Masyarakat Aceh Harus Perhatikan Pengungsi Rohingya

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com