Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 469 kejadian bencana menimpa Aceh sejak Januari hingga 31 Desember 2022. Total prakiraan kerugian mencapai 335 miliar rupiah.
Kejadian ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dengan rincian 2 akibat longsor, 3 akibat banjir bandang, 1 akibat kebakaran dan 8 terseret arus banjir. Kemudian 1 orang hilang terseret arus banjir, 4 orang Luka-luka dan 140.453 KK atau 459.452 jiwa terdampak bencana.
Sedangkan jumlah pengungsi sebanyak 115.455 orang serta 7.963 rumah terdampak.
Kebakaran pemukiman merupakan bencana paling tinggi yakni sebanyak 153 kali. Jumlah kejadiannya Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sebanyak 81.3 miliar rupiah.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi sebanyak 79 kali. Lahan yang terbakar seluas 241 hektar.
Angin Puting Beliung terjadi sebanyak 71 kali merusak 437 rumah warga dengan total kerugian yang dialami sebanyak 15.8 miliar rupiah.
Banjir terjadi 96 kali kejadian berdampak pada 3.766 rumah dan 6 jembatan, 34 tanggul rusak serta 4.327 hektar sawah terendam dengan total pengungsi 111.127 orang.
Banjir bandang terjadi 4 kali kejadian merendam 251 rumah dengan prakiraan kerugian 11.8 Miliar rupiah.
Banjir dan longsor terjadi 24 kali kejadian merendam 2.967 rumah dengan prakiraan kerugian mencapai 20 Miliar rupiah.
Banjir Rob terjadi 1 kali kejadian merusak 121 rumah yang terjadi di Aceh Barat.
Longsor terjadi 35 kali kejadian kerugian mencapai 860 Juta. Abrasi terjadi sebanyak 4 kali kejadian merusak 41 rumah dengan prakiraan kerugian 2.7 Miliar rupiah.
Semua bencana juga berdampak pada 175 sarana pendidikan, 2 pasar,6 sarana kesehatan,19 sarana pemerintahan, 10 sarana ibadah. Berdampak pula pada 86 ruko, 23 jembatan,43 tanggul dan 1.350 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.









