BANDA ACEH – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dr. Ir. Ilyas, MP mengemukakan bahwa pada tahun 2022 ini terjadi penurunan jumlah kejadian bencana sejumlah 17% jika dibandingkan dari 2021. Jika dilihat dari 2020 kejadian bencana masih tinggi terjadi yakni sejumlah 802 kejadian bencana kemudian turun pada tahun 2021 berjumlah 662 kejadian selanjutnya pada 2022 turun lagi secara signifikan menjadi 469 kejadian.
”Kebakaran pemukiman juga mengalami penurunan dari 269 kejadian di tahun 2021 menjadi 153 di tahun 2022. Hal yang sama dengan bencana kebakaran hutan dan lahan juga mengalami penurunan kejadian dari tahun 2021 berjumlah 133 kali menjadi hanya 79 kali saja terjadi di tahun 2022,” kata Ilyas.
”Tentunya ini merupakan hasil kerjasama kita bersama dalam meningkatkan mitigasi bencana sehingga angka kejadian bencana masih bisa kita turunkan tiap tahunnya,” ujar Ilyas yang akrap disapa Abi.
Ilyas juga terus menghimbau masyarakat agar menjaga alam, khususnya terkait Karhutla masyarakat diminta pula tidak mengekploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir dan longsor juga Karhutla.
“Selain itu, pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami himbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” kata Ilyas.
Ilyas yang akrap disapa Abi juga berharap masyarakat Aceh tetap selalu menjaga diri dan keluarga dari serangan pandemic yang masih ada di sekitar kita. Tambahnya lagi, masyarakat harus siap dalam menghadapi bencana, baik bencana alam maupun non alam, sinergitas sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana di Aceh.
“Mari bersama-sama kita melakukan upaya pengurangan risiko bencana, karena Penanggulangan Bencana adalah urusan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen termasuk di dalamnya adalah media,” ujar Abi.
Pada 2023 nantinya, BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya “Bencana adalah Urusan Bersama.”









