MEULABOH – Ketua Forum Keluarga Besar Kecamatan Meureubo (FKBKM) Muhammad Lizan, SE memberikan apreasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang telah memberikan santunan kepada 1.900 anak yatim yang ada di kabupaten tersebut.
Sebelumnya Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi memberikan bantuan secara simbolis kepada anak yatim dengan besaran Rp. 350.000/ anak yatim. Pemberian santunan tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 April 2023 di dua kecamatan, yaitu kecamatan Johan Pahlawan dan Meureubo.
Menurut Ketua FKBKM, Lizan, ini merupakan sebuah bentuk kepedulian Pemkab Aceh Barat kepada warganya yang perlu didukung mengingat santunan tersebut sangat berguna bagi anak yatim yang saat ini juga sedang menjalankan ibadah puasa.
“Ditambah dengan makin dekat datangnya hari Raya Idul Fitri 1444 H, yang mungkin ada diantara mereka belum memiliki baju atau kebutuhan lainnya menjelang lebaran Idul Fitri. Mungkin hal ini berbanding terbalik dengan keadaan anak-anak yang masih memiliki kedua orang tua mereka,” tambah Lizan yang merupakan mantan Keucik Gampong Meureubo.
Untuk ke depan, ia berharap akan adanya peningkatan jumlah santunan yang diberikan Pemkab Aceh Barat, dalam hal ini dengan dukungan semua instansi baik pemerintah maupun swasta yang ada di kabupaten Aceh Barat.
“Di Aceh Barat terdapat beberapa Perusahan yang berkaliber internasional seperti PT MIFA Bersudara, PLTU dll. Saya yakin dengan kebijakan dan atorisasi yang dimiliki Pemkab Aceh Barat, Bapak Pj Bupati Aceh Barat akan mampu menyakinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendukung program regular melalui CSR ataupun sumber dana lainnya,” ujarnya.
Muhammad Lizan juga berharap jika langkah mulia yang dilakukan oleh Pj Bupati Aceh Barat seharusnya juga diikuti oleh para hartawan atau masyarakat kelas atas yang ada di bumi Teuku Umar dengan memberikan santunan mereka melalui badan penyantun anak yatim yang telah dibentuk di setiap gampong yang ada di kabupaten Aceh Barat.
“Jangan biarkan air mata mengalir setetespun di pipi anak-anak yatim disaat anak-anak lain merayakan kebahagian bersama kedua orang tuanya hanya karena kebutuhan mereka selama bulan suci Ramadhan dan Hari Kemenangan Idul Fitri 1444 H tidak terpenuhi,” pungkas Ketua FKBKM.











