Singkil- Komisi IV DPRK Aceh Singkil akan panggil Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil dan Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat untuk meminta klarifikasi terkait kejadian masyarakat mencari oksigen ke pihak luar di saat seorang pasien Balita membutuhkan pertolongan pernapasan atau oksigen.
Apakah stok oksigen di Puskesmas Kecamatan Pulau Banyak Barat itu selalu stan by di setiap ruangan yang telah ditentukan atau tidak, dan bagaimana Standar Operasional Presedur (SOP) yang sebenar-benarnya?
Hal itu langsung disampaikan Ketua Komisi IV DPRK Aceh Singkil, H. Fakhrudin Pardosi kepada wartawan.
“Kepala dinas dan kepala puskesmas akan kami tanyai lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP),” kata H. Fakhrudin Pardosi, Sabtu, 26/8/2023.
H. Fakhrudin Pardosi menambahkan hal ini dilakukan pihaknya agar kejadian serupa diharapkan tidak terjadi lagi, tidak ada istilah masyarakat mencari oksigen di saat darurat. Kasian masyarakat di sana, apalagi Kecamatan Pulau Banyak Barat terpencil dan harus menyebrangi lautan bila ada pasian yang ingin dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Singkil juga mengatakan bahwa sebenarnya hal-hal pelayanan dasar kepada masyarakat telah sering disampaikan ke pihak Dinas Kesehatan Aceh Singkil untuk dimaksimalkan termasuk dokter di daerah kepulauan juga hendaknya di tambah menjadi 2 orang.
“Sudah sering di sampaikan ke pihak dinas agar dokter di Pulau Banyak Barat dan Pulau Banyak harusnya masing 2 orang, agar bisa bergantian kalau ada urusan ke dinas. Artinya dokter dan obat-obatan yang sangat penting,” lanjutnya.
“Dan juga stok oksigen harus stan by di sana kerena daerah terpencil di kepulauan,” tegas H. Fakhrudin Pardosi.
Kemudian di akhir keterangan tertulisnya, H. Fakhrudin Pardosi mengatakan berhubung hari ini hari libur sehingga belum bisa memastikan jadwal RPD tersebut, menunggu musyawarah bersama teman-teman komisi pekan depan.
“Tapi yakinlah kami tindak lanjuti ini,” kata H. Fakhrudin Pardosi mengakhiri.
Reporter : Ahmad Azis










