Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

KUPI Gelar Sosialisasi Kebijakan Larangan Pelecehan Seksual

Admin1 by Admin1
09/10/2023
in Lintas Barat Selatan
0
KUPI Gelar Sosialisasi Kebijakan Larangan Pelecehan Seksual

MEULABOH – Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) melaksanakan sosialisasi dengan tema Kebijakan Larangan Kekerasan Seksual dan Ikhtiar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Melalui Pesantren Percontohan di Aceh Barat.

Acara ini dilaksanakan di aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Aceh Barat pada Senin, 9 Oktober 2023.

Kegiatan sosialisasi ini terselenggara kerjasama dengan Balai Syura Inong Aceh Barat, Dias Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan keluarga Berencana (DP3AKB), dan Dayah Diniyah Serambi Mekkah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Meri Mardina, mengatakan bahwa perempuan di Aceh memerlukan perlindungan dan kekuatan hukum. Setiap tahun, angka kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di Aceh meningkat setinggi dua persen.

“Sebagai bentuk kehadiran negara untuk pemenuhan hak perempuan anak sudah diterbitkan sejumlah UU untuk dasar hukum perlindungannya. UU ini mampu menjamin kepastian hukum dan kebutuhan hukum untuk mengatur pencegahan penanganan, perlindungan, dan pemulihan hak korban,” tutur Meri Mardina.

Saat ini pemerintah sudah mewujudkan perlindungan perempuan dan anak melalui 5 (lima) arahan presiden Republik Indonesia yang terdiri dari peningkatan pemberdayaan dalam kewirausahaan yang berspektif gender, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.

Dalam materi yang disampaikan oleh Tiara Sukari, angka kekerasan terhadap anak meningkat. Sebaliknya kondisi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga semakin memprihatinkan.

“Kalau dulu istri korban KDRT hanya mengalami benjol, lebam, atau bopeng. Akan tetapi sekarang fenomenanya semakin mengerikan. Suami sebagai pelaku bisa bertindak lebih kejam seperti berani membakar istri. Di dalam fenomena ini termasuk kekerasan seksual ikut terjadi,” ujar plt. Kabid DP3A Provinsi Aceh ini.

Sementara itu, materi yang diisi oleh perwakilan KUPI memberi pandangan terhadap pelecehan dan kekerasan seksual di Aceh. Sebagai negeri yang sudah diatur oleh Qanun Syariat Islam, sudah semestinya Aceh mendapat perhatian penuh terhadap kasus ini. Apalagi eksistensi ulama perempuan di Aceh juga menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.

“Sejatinya, ulama perempuan di Indonesia lebih maju dari negara-negara lain di dunia. Kekuatan ulama perempuan di Indonesia dibangun dengan ketauhidan. Indonesia, khususnya di Aceh juga memiliki banyak sekali pakar-pakar keislaman dari kalangan perempuan yang dikenal sebagai pejuang dan pelindung perempuan,” ungkap Masruchah, sekeretaris KUPI.

Dari pemaparan para pemateri, peserta berharap diskusi KUPI seperti ini akan terus berlanjut di Aceh Barat. Peserta juga menginginkan adanya perhatian secara khusus kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan agar tidak mendapat perlakuan negatif di sekolah, terutama bagi para penyintas yang telah melewati hal berat.

“Semua anak sama. Mereka berhak mendapat perlakukan yang sama di sekolah,” punngkas Nonong, peserta sosialisasi yang hadir di aula P3AKB Aceh Barat.

Previous Post

Pelajar MTsN Model Banda Aceh Wakili Aceh di Ajang LCCM Nasional 2023

Next Post

Kapal Nelayan Aceh Kembali Ditangkap Thailand, 40 ABK Ditahan

Next Post
Pemerintah Diminta Beri Keadilan yang Merata Bagi Guru Honorer

Kapal Nelayan Aceh Kembali Ditangkap Thailand, 40 ABK Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

10/07/2026
Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

10/07/2026
Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

10/07/2026
Kacabdisdik Kota Subulussalam Ajak Ayah Antarkan Anaknya di Hari Pertama Sekolah

Kacabdisdik Kota Subulussalam Ajak Ayah Antarkan Anaknya di Hari Pertama Sekolah

10/07/2026
BNNP Bongkar Sindikat Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Bali

BNNP Bongkar Sindikat Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Bali

10/07/2026

Terpopuler

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

09/07/2026

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com