LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan pelatihan terhadap kelompok perempuan Katering Penajoh Aceh di desa Glumpang Bungkok, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie.
Katering Penajoh Aceh merupakan usaha kelompok perempuan yang memiliki produk unggulan Muloh Teupeh.
Sedangkan Muloh Teupeh merupakan kuliner Aceh yang khas, baik dari cara pembuatan maupun rasanya. Khas karena bandeng ditarik duri dan dibumbui dengan rempah yang khas, namun bentuk ikan masih utuh seperti biasa. Perlu dicatat bahwa, muloh teupeh, berbeda dengan presto.
“Muloh Teupeh membuang duri, tanpa merusak bentuk ikan. Sementara presto melunakkan duri. Program pelatihan ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan kita sudah berjalan sejak bulan September, InsyaAllah akan berakhir di bulan November nanti,” ujar Dr. Ibrahim Chalid M.Si.
Tim akademisi pengabdian kepada masyarakat Unimal yang dipimpin oleh Dr Ibrahim Chalid, M.Si mendorong kelompok perempuan Peunajoh Aceh memanfaatkan media digital untuk pemasaran.
Menurut Ibrahim Chalid, di era sekarang siapapun tidak bisa menghindar dari teknologi informasi. Selama ini kelompok Katering Peunajoh Aceh belum memanfaatkan media digital untuk kepentingan promosi produk.
Padahal promosi digital, tidak hanya murah, tetapi juga efektif. Media digital bisa mendisplay produk baik dalam bentuk foto dan video, kemudian bisa diakses oleh calon pelanggan seacar luas.
“Kita mencoba mengenalkan dan melatih kelompok supaya bisa membuat akun media sosial, sebagai media digital sederhana untuk bisa menjual produk. Ibrahim Chalid mengungkapkan bahwa, tim Unimal, tidak hanya melatih tapi juga mendampingi. Kita dampingi mulai dari membuat akun, dan bagaimana teknik membuat konten hinggi mengupload di dasbord digital.”
“Sementara kita fokus pada media sosial yang popular dulu, seperti instagram, tiktok dan facebook. Kenapa kita damping, kebetulan kelompok perempuan penajoh Aceh tidak akrab dengan teknologi informasi. Kita harapkan dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, kelompok ini akan lebih baik dalam membrandingkan produknya. Kita juga melakukan perjanjian Kerja Sama (PKS), tentu dengan ada kerja sama, kemitraan antara kelompok dan Universitas akan terus berlanjut. Pastinya kita akan berupaya terus untuk berkontribusi positif kepada msyarakat,” ujarnya lagi.
Ketua kelompok Hanifah mengungkapkan, selama ini pihaknya tidak melakukan promosi secara digital.
“Promosi kami ya dari mulut ke mulut, karena katering rumahan yang kita buat sesama perempuan, jadi kami pikir cukup di desa saja. Alhamdulillah sekarang kami sudah di bantu oleh Unimal untuk pemasaran. Semoga Katering Penajoh Aceh lebih dikenal lagi nantinya. Sebelumnya kita juga didampingi oleh unimal dalam memroduksi muloh teupeh sebagai produk unggulan katering. Alhamdullilah sekarang kita masih didampingi sampai ke pemasaran,” katanya.
Sementara Keuchik Gampong Glumpang Bungkok Harmidi, mengucapkan terimakasih kapada Unimal, yang sudah membantu kelompok perempuan di Gampong Glumpang Bungkok.
“Pada prinsipnya, kita sangat terbuka menerima program untuk perubahan gampong,”pungkasnya[].










