Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Jurnalis Palestina Ungkap Pesan Terakhir Sang Ibu Sebelum Dibom Israel

Admin1 by Admin1
07/12/2023
in Internasional
0
Jurnalis Palestina Ungkap Pesan Terakhir Sang Ibu Sebelum Dibom Israel

Duka mendalam pria Palestina ditinggal orang tercinta yang meninggal dibom Israel. (AFP/MOHAMMED ABED)

Jakarta – Jurnalis Al Jazeera Arab di Gaza Palestina, Moamen Al Sharafi, mengungkap pesan terakhir sang ibunda sebelum meninggal dunia akibat bom Israel.

Kepada Al Jazeera, Al Sharafi mengatakan sebuah peledak menghantam rumahnya di kamp Jabalia, Gaza utara, pada Rabu (6/12) pagi hingga menyebabkan kawah yang dalam di permukaan tanah.

Orang tuanya, Mahmoud dan Amina, saudara-saudaranya dan pasangan mereka, serta para keponakannya tewas dalam serangan itu.

“Tidak ada kru pertahanan sipil yang bisa mencapai jenazah mereka,” kata Al Sharafi.

“Kami dicegah mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang kami cintai dan dilarang memberi mereka penguburan yang layak,” lanjut dia.

Al Sharafi lantas membagikan beberapa pesan suara terakhir yang dikirim ibunya, Amina, kepada dia sebelum mendiang tewas akibat bom tersebut.

“Assalamualaikum. Selamat pagi, Momin. Bagaimana keadaanmu? Ibu harap kamu baik-baik saja. Bagaimana kabar istri dan anak-anakmu? Bagaimana kesehatanmu? Jaga dirimu, Nak,” bunyi pesan suara tersebut.

“Semoga Allah membawamu keluar dari perang ini tanpa luka. Jaga dirimu baik-baik. Ibu sangat merindukanmu, setiap hari Ibu mendoakanmu. Semoga Allah menyertaimu,” lanjut pesan suara itu.

Dalam sebuah rekaman video usai serangan, tampak seorang kerabat Al Sharafi meratap kala berdiri di atas puing-puing rumah mereka yang telah hancur.

“Sepertinya mereka menghantam rumah sekitar pukul 04.00 atau 05.00 pagi. Kami tidak bisa sampai di tempat kejadian sampai matahari terbit,” kata kerabat tersebut.

Al Jazeera Media Network mengecam keras serangan Israel yang lagi-lagi menewaskan anggota keluarga jurnalisnya.

Dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera menegaskan “akan mengejar semua langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban semua yang bertanggung jawab atas kejahatan ini.”

“Peristiwa mengerikan itu terjadi hari ini [Rabu] di Kamp Jabalia, di mana keluarga Moamen mencari perlindungan, yang menyebabkan ayah, ibu, tiga saudara kandung dan anak-anaknya tewas,” bunyi pernyataan Al Jazeera.

“Al Jazeera menyerukan kepada masyarakat internasional dan organisasi kebebasan pers untuk bekerja guna mengakhiri pembantaian ini segera dan memastikan keadilan yang cepat bagi keluarga para martir dan korban yang tidak bersalah.”

Pada 25 Oktober, keluarga jurnalis Al Jazeera lainnya, Wael Dahdouh, juga meninggal dunia akibat serangan Israel di kediamannya.

Mohamed Abu Al-Qumsan, seorang insinyur penyiaran di biro Al Jazeera Gaza, juga kehilangan 19 anggota keluarganya imbas serangan Israel di kamp Jabalia pada 31 Oktober.

Setidaknya 16.248 warga Palestina meninggal dunia di Gaza sejak agresi Israel 7 Oktober lalu. Sementara itu di Israel, jumlah korban tewas sekitar 1.200 orang.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

AI Peppers Sudah Dua Kali Rasakan Gebukan Sadis Megawati

Next Post

Putin Temui MbS di Saudi: Tak Ada yang Bisa Halangi Persahabatan Kita

Next Post
Putin Temui MbS di Saudi: Tak Ada yang Bisa Halangi Persahabatan Kita

Putin Temui MbS di Saudi: Tak Ada yang Bisa Halangi Persahabatan Kita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

Hampir Setahun Pascabanjir, DAS Reuseh Teungoeh Dibiarkan Mengancam Warga

25/08/2026
Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

Pemko Banda Aceh Gandeng Seoul Hadirkan Perpustakaan Luar Ruangan

25/08/2026
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

25/08/2026
Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

25/08/2026
SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

SMAN 1 Jaya Serahkan Donasi Bencana Gempa NTT

25/08/2026

Terpopuler

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

Vokalis Seuramoë Reggae Teuku Andie Meninggal Dunia

24/08/2026

Jurnalis Palestina Ungkap Pesan Terakhir Sang Ibu Sebelum Dibom Israel

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Jalan Zaman Belanda di Alue Peunawa Mulai Diaspal Masa Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com