Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

2030, Jutaan Pekerjaan di Indonesia Bakal Digantikan Robot

Atjeh Watch by Atjeh Watch
02/10/2019
in Nasional
0

Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menciptakan 27 hingga 46 juta pekerjaan baru pada 2030, menurut laporan terbaru McKinsey & Company berjudul Otomasi dan Masa Depan Pekerjaan di Indonesia: Pekerjaan yang Hilang, Muncul dan Berubah.

Sekira 11 tahun lagi, tepatnya pada 2030, akan ada 46 juta pekerjaan di Indonesia. Namun, setengah dari pekerjaan tersebut bakal diisi oleh otomatisasi atau robot.

Laporan itu menyebutkan bahwa jutaan pekerjaan itu muncul akibat dorongan meningkatnya pendapatan, anggaran teknologi, pembangunan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi.

Secara keseluruhan, laporan tersebut memperkirakan Indonesia akan meraih keuntungan bersih antara 4 dan 23 juta pekerjaan. Sayangnya, sebanyak pekerjaan tersebut bakal digantikan oleh otomatisasi atau robot.

“Perdebatan mengenai otomasi di Indonesia sering kali terfokus pada risiko pekerjaan masa depan, tetapi penelitian kami menunjukkan, akan lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dibandingkan yang hilang. Hal ini didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumen dan infrastruktur,” jelas Phillia Wibowo, Presiden Direktur PT McKinsey Indonesia.

Meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan memang akan mengubah dunia pekerjaan. Teknologi tersebut akan membawa manfaat yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, termasuk peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan lapangan kerja.

Karenanya, semua pemangku kepentingan di Indonesia perlu meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk mewujudkan potensi tersebut.

“Fokus kita, mempersiapkan transisi keterampilan yang akan diperlukan untuk adopsi teknologi. Khususnya, Indonesia perlu berfokus meningkatkan pendidikan dan pelatihan kejuruan untuk mengajarkan keterampilan, memberikan keterampilan baru, dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk era kerja yang baru,” papar Philia, penulis laporan tersebut.

Agar tetap kompetitif secara global dan di Asia Tenggara, Indonesia akan membutuhkan strategi proaktif untuk mengadopsi otomasi dan kecerdasan buatan. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, lembaga akademik, organisasi non-pemerintah, dan pemimpin bisnis, harus bersiap menghadapi perubahan substansial dalam tipe-tipe pekerjaan yang ada.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mulai merencanakan dan mengambil tindakan untuk beradaptasi dengan masa depan pekerjaan di era ekonomi digital global, dengan program pembelajaran jangka panjang bagi mereka yang pekerjaannya telah berubah dan untuk mereka yang pekerjaannya akan segera berubah, demikian simpulan dari laporan tersebut.

Sumber: Republika.co.id

Previous Post

Menristek Minta Rektor-Dosen PTN Harus Tunduk ke Negara

Next Post

Google Batik Day Berasa Indonesia

Next Post

Google Batik Day Berasa Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

03/07/2026
Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

03/07/2026
Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

03/07/2026
IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

03/07/2026
Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

03/07/2026

Terpopuler

2030, Jutaan Pekerjaan di Indonesia Bakal Digantikan Robot

02/10/2019

Warga Minta Jalan Lintas Desa Abdya Segera di Hotmix, PUPR: Tahun ini Dikerjakan

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com