BANDA ACEH – Komitmen Aminullah untuk memberikan pelayanan air bersih selama kepemimpinannya di Banda Aceh ternyata masih jauh dari harapan. Padahal kepemimpinan Aminullah-Zainal sudah berjalan dua tahun lebih.
“Pak Amin action tinggi tapi loyo di penetrasi,” kata Irmasuryani, warga Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Rabu 9 Oktober 2019.
Kekesalan tersebut disampaikan Irma, demikian sosok ini disapa, terkait keberadaan air PDAM yang macet hampir dua pekan terakhir. Irma mengaku masih ingat dengan janji Aminullah di kampanye 2017 lalu yang mengatakan akan memprioritaskan pelayanan air bersih untuk warga Kota Banda Aceh.
“Karena janji itu, saya dan keluarga memilih beliau,” kata Irma.
Di publikasi selama ini, kata Irma, Pemko mengklaim meraih kesuksesan di sejumlah bidang selama dua tahun terakhir. Tapi janji pokok soal air bersih tak kunjung didapatkan oleh mereka yang tinggal di Banda Aceh.
“Di media dibilang gebrakan ini itu. Datang ke PDAM. Fotonya besar-besar lagi di sana (kantor PDAM-red). Pencitraan tinggi tapi realisasi minim. Banyak gaya tapi loyo direalisasi. Syoeh ujong,” ujar Irhamna, warga Ulee Kareng lainnya.
Protes tentang macetnya air PDAM di Kota Banda Aceh ternyata juga menjadi pembahasan hangat di media social Facebook.
“Ooo ka kon nyoe walikota banda aceh ka 3 uroe hana ji tubiet ie PDAM, pue neu pxxxxk inan di kanto,” tulis warganet berakun Syam Padusen Camuss.
“Walkot B. Aceh telah melanggar undang-undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan public.#PDAMsudah3haritidakmengalir,” tulis Syam lagi.
Fadhli Abdullah Adam, warganet lainnya yang tinggal di Banda Aceh juga mengkritik hal yang sama di social media Facebook. Pria yang akrab disapa Petrus ini mengkritik soal air PDAM yang macet di Banda Aceh.
“Pak walikota pun a neu teupu, loeng jinoe di pep pep sabe le Jihan Prossa gara gara air PDAM droe neuh di teubiet angen watee ta tarek ngoen sanyo ka padum uroe padum malam..nyan bek sampe di taleuk loeng le inoeng gara gara pdam droe neuh pak amin beh,” tulisnya. []








