Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PDI Perjuangan Aceh akan Perjuangkan Kembalinya Kejayaan Rempah Indonesia

redaksi by redaksi
07/01/2020
in Nanggroe
0
Kombatan GAM Gabung PDIP, Muslahuddin: Mereka Tertarik Gaya Saya

Muslahuddin. Foto kompas

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan menggelar Rakernas I di JIEXPO Kemayoran Jakarta pada tanggal 10-12 Januari 2019, sekaligus menyambut ulang tahun partai yang ke 47.

Tema Rakernas adalah solid bergerak wujudkan Indonesia Negara Industri berbasis Riset, dengan sub tema strategi jalur rempah dalam lima prioritas jalur strategi nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari.

DPD PDI Perjuangan Aceh memandang diangkatnya persoalan komoditi rempah dalam RAKERNAS merupakan bentuk dari sense of crisis and sense of belonging terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dari berbagai literatur ditemukan, bahwa sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perdagangan rempah dimana produk rempah Indonesia diperdagangkan  di Jalur Sutera hingga jalur Dupa Romawi atau Hindustan hingga Afrika Timur Ethiopia sekitar abad 5 SM hingga abad 11 Masehi yang dikenal dengan kekuasaan Laut Merah.

Namun disisi lain, kini tren ekspor Indonesia dari hari ke hari mengalami penurunan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari hingga September 2018, ekspor rempah belum menunjukkan kinerja yang apik. Tanaman obat, aromatik, dan rempah, misalnya mencatat penurunan ekspor sebesar 10,34% menjadi US$ 440,13, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 490,88 juta.

Demikian halnya dengan lada hitam, dimana kinerja ekspornya anjlok hingga 59,22% dari US$ 74,40 juta menjadi US$ 30,34 juta dan lada putih yang turun 30,56% dari US$ 99,49 juta menjadi US$ 69,09 juta. Kenaikan hanya terjadi pada komoditas cengkeh yang meningkat 85,27% dari US$ 21,53 juta menjadi US$ 39,89 juta.

Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh Muslahuddin Daud yang juga praktisi pertanian memandang bahwa penurunan produksi rempah diakibatkan oleh terjadinya perubahan iklim. Dimana naiknya suhu  bumi mencapai 2 °C berdampak besar pada siklus produksi tanaman pangan dan rempah. Tercatat banyak perusahaan produsen rempah mengalami kerugian seperti PTPN 12,  Kalla Cocoa Industri, PT. Hasfarm, Mars Inc. Amerika untuk tanaman Kakao, PT Zanzibar untuk tanaman cengkeh.

Lebih rinci Muslahuddin Daud menjelaskan efek dari perubahan iklim yang mengutip pada penelitian Tropical Agriculture Center, bahwa tanaman mengalami malnutrisi. Dalam hal ini yang dimaksud adalah malnutrisi fisiologis bukan Malnutrisi fisik.

“Meskipun nutrisinya ada,  tapi tidak dapat dicerna oleh tanaman akibat perubahan suhu sehingga tanaman akan berproduksi minim dan bahkan secara perlahan akan mati. Untuk tanaman hortikultur biasanya mengalami persoalan Wilting Fisiologis yang berujung pada hasil produksi yang matang prematur. Kondisi ini tidak mengherankan banyak data soal produksi komoditi yang dipublikasi tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Muslahuddin.

Muslahuddin Daud memandang bahwa kata kunci “Riset” dalam Rakernas sangat tepat, karena risetlah kemudian yang akan menjawab persoalan perubahan dinamika dunia pertanaman. Hasil riset kemudian harus disahuti oleh kebijakan politik untuk merubah nomenklatur Good Agriculture Practices (GAP) yang sesuai dengan kebututuhan perubahan iklim.

Berdasarkan pengalaman lapangan Muslahuddin Daud dan peneliti Senior TAC, DR. Herman Maulana, bahwa persoalan perubahan iklim dapat diantisipasi dengan konsep “Rekayasa Fisiologis”, dimana Rekayasa ini akan memanipulasi tanaman akan mampu bertahan terhadap terkanan rasa sakit dan perubahan lingkungan. Dengan memanipulasi Biokimia tanaman, sifat keterbatasannya terhadap lingkungan termasuk panas akan berubah jadi tanaman tahan terhadap suhu yang lebih tinggi.

Namun demikian, kata dia, semua metodologi ini perlu diikuti oleh supply nutrisi yang cukup jumlahnya dan seimbang antara satu elemen dengan elemen yang lain.

Selain itu, perubahan iklim yang berakibat pada Cacat Sel dalam jaringan tanaman akan menimbulkan “Wast Fisiologis”, dimana Wast Fisiologis adalah pemicu “Wilting Fisiologis” yang menimbulkan “Matang Prematur”. Wast Fisiologis harus diselesaikan dalam Sistem Jaringan Sel yang cacat harus diperbaiki didalam jaringan untuk kemudian didaur ulang kembali menjadi sel sehat. Mekanisme penyelesaian persoalan ini dinamakan “Autophagy”.

“Perpaduan antara pengalaman lapangan dan riset ini membuat satu kenyakinan bahwa PDI Perjuangan Aceh memiliki modal yang kuat untuk mendorong kembalinya kejayaan rempah di Aceh dan bahkan seluruh Indonesia. DPD PDI Perjuangan Aceh akan menggunakan seluruh jaringan untuk mengadvokasi agar tujuan besar mengembalikan kejayaan rempah dapat terwujud.”

 

Tags: pdi perjuangan aceh
Previous Post

Syech Fadhil: Kami Ingin Memperkuat Aceh di Jakarta

Next Post

Muslim dan Kristen Australia Berkumpul, Berdoa Minta Hujan

Next Post
Muslim dan Kristen Australia Berkumpul, Berdoa Minta Hujan

Muslim dan Kristen Australia Berkumpul, Berdoa Minta Hujan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

21/07/2026
FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

21/07/2026
BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026
Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

21/07/2026
Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

21/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

Bupati Sarjani Mutasi 45 Pejabat dan Siapkan Evaluasi Berkala

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com