WUHAN – Fakta mengerikan soal virus corana mulai terungkap, setelah Jurnal Ilmiah menyebut tim peneliti dari Institut Virologi Wuhan dan Aliansi EcoHealth telah mengumpukan 2.000 spesies kelelawar sejak 2018 di China untuk membuat virus corona.
Tudingan itu dilontarkan ahli biologi molekuler Richard Ebright dari Rutgers University, Piscataway yang menuding tim peneliti dari Institut Virologi Wuhan dan Aliansi EcoHealth telah menjebak kelelawar di gua-gua di seluruh China, seperti yang ada di Guangdong, untuk mengambil sampel virus Corona.
“Kelompok ini selama 8 tahun telah menjebak kelelawar di gua-gua di sekitar China untuk mencicipi kotoran dan darah mereka dari virus. 10.000 kelelawar dan 2000 spesies lainnya,” tutur Ebright.
Menurut Ebright, mereka telah menemukan sekitar 500 coronavirus baru, sekitar 50 di antaranya jatuh relatif dekat dengan virus SARS pada silsilah keluarga, termasuk RaTG13.
Bahkan kelompok ini telah mengambil sampel kotoran kelelawar yang mereka kumpulkan pada 2013 dari sebuah gua di Moglang di provinsi Yunnan,” tegas Ebright.








