Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Baru Pulang Studi Banding ke Bandung, 100 Kades di Tamiang Diminta Isolasi Diri di Rumah

Admin1 by Admin1
21/03/2020
in Lintas Timur
0
Ajaib, Bayi 17 Hari di China Disembuhkan dari Virus Corona

Foto/The Women Journal

TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melarang Kepala Desa (Kades) sejumlah 100 orang yang baru kembali studi banding ke Bandung, Jawa Barat tidak beraktivitas sementara waktu. Permintaan ini untuk menangkal bila ada di antara mereka terpapar Covid-19.

Kendati mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatannya saat tiba di desa masing-masing. Pihak Puskesmas setempat juga sudah memeriksa kesehatan semua kades itu. Namun ada baiknya dalam upaya pencegahan mereka diminta mengisolasi diri di rumah terlebih dahulu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Aceh Tamiang, Aguslina Devita, mengatakan 100 kepala desa itu sudah diperiksa kesehatannya, saat tiba di desa masing-masing. Pihak Puskesmas setempat sudah diturunkan untuk memeriksa mereka.

“Saat tiba di sini (Aceh Tamiang) langsung diperiksa oleh petugas Puskesmas yang datang langsung ke rumah masing-masing kepala desa. Itu semua sudah ditanganin, jadi sudah diimbau untuk tidak beraktifitas di luar rumah dulu,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Aceh Tamiang, Aguslina Devita, Sabtu (21/3).

Selain itu Kades itu sementara waktu tidak berinteraksi dengan warga desa masing-masing. Sekarang mereka dalam pantauan pihak terkait semenjak kembali dari Bandung selama 14 hari.

“Tetap dipantau, karena tidak ada gejala apa-apa jadi belum ditetapkan sebagai ODP,” ujarnya.

Desliana menjelaskan, 100 kepala desa itu berangkat pada tanggal 15 Maret lalu. Padahal, surat edaran bupati setempat untuk semua ASN tidak keluar daerah dikeluarkan pada 12 Maret. Namun, para kepala desa ini tetap ngotot ingin mengikuti studi banding.

“Sebelum surat itu keluar, mereka sudah beli tiket duluan. Bahkan ada yang sudah berada di Bandara, jadi kita tidak mungkin mencegahnya lagi,” ujarnya.

Para kepala desa ini berangkat ke Bandung secara bertahap. Mulai dari tanggal 12 hingga 15 Maret. Mereka baru tiba di Aceh Tamiang, pada Kamis malam 19 Maret 2020.

“Begitu sampai mereka langsung diperiksa kesehatannya,” ucapnya.

Katanya, Pemkab Aceh Tamiang sudah menunda Kades dari empat kecamatan lainnya yang hendak berangkat ke Bandung.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Zainail Abidin (RSUZA), Banda Aceh, dr Azharuddin menjelaskan, hingga sekarang Aceh belum menemukan adanya yang positif corona.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan melengkapi fasilitas ruang isolasi. Selama ini hanya ada enam ruang isolasi, untuk menghindari lonjakan pasien, telah menambah 12 kamar dan ruang isolasi lengkap dengan fasilitasnya.

Azharuddin, mengatakan pembangunan fasilitas itu, mengingat ruang isolasi yang dimiliki RSUZA hanya enam ruang, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat ada enam orang. Tapi, empat di antaranya sudah dipulangkan karena negatif virus corona.

“Karena itu, tidak ada acara lain, kita tetap melakukan penambahan bed dan ruang isolasi untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien,” kata Azharuddin.

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan petugas kesehatan yang ada di kabupaten/kota, untuk tetap merawat pasien dengan gejala mirip terinfeksi corona di rumah sakit setempat. Sehingga, tidak langsung dirujuk ke RSUZA, sebelum pasien tersebut masuk dalam kategori suspect.

Menurutnya, untuk menghindari penumpukan pasien dengan gejala mirip seperti terinfeksi corona. Sejauh ini, kata dia, rumah sakit di daerah tetap melakukan komunikasi dengan pihaknya, tentang tata cara menangani pasien.

Jika pasien tersebut sudah tahap suspect corona, kata dia, pihaknya akan mengeluarkan surat rujukan dibawa ke RSUZA, untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: merdeka.com

Tags: Coronakades tamiangtamiang
Previous Post

Update Corona 21 Maret: 450 Positif, 38 Meninggal, 20 Sembuh

Next Post

MRI Bireuen Distribusikan Bantuan Tanggap Darurat di Pulo Ara

Next Post
MRI Bireuen Distribusikan Bantuan Tanggap Darurat di Pulo Ara

MRI Bireuen Distribusikan Bantuan Tanggap Darurat di Pulo Ara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

20/04/2026
Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

20/04/2026
BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

20/04/2026
Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

20/04/2026
Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

20/04/2026

Terpopuler

Ajaib, Bayi 17 Hari di China Disembuhkan dari Virus Corona

Baru Pulang Studi Banding ke Bandung, 100 Kades di Tamiang Diminta Isolasi Diri di Rumah

21/03/2020

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Resmi, Ini Harga Baru BBM Non Subsidi di Aceh Sejak 18 April 2026

Satreskrim Polres Bireuen Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Pasang Spanduk di Sejumlah Titik

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com