Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Fenomena Hum, Suara Aneh yang Pertama Kali Terjadi pada 1960

Admin1 by Admin1
12/04/2020
in Teknologi
0
Fenomena Hum, Suara Aneh yang Pertama Kali Terjadi pada 1960

BUMI. Foto NASA

JAKARTA – Suara aneh atau dikenal dengan fenomena ‘Hum’ dari langit pernah terjadi di beberapa tempat. Suara Hum ini terdengar seperti mesin truk atau gemuruh.

Dilansir dari laman The Conversation, Sabtu (1/4/2020) seorang ahli Geografi, David Deming menjelaskan fenomena Hum pada makalahnya pada 2014. Deming menjelaskan, fenomena Hum terjadi pertama kali pada akhir 1960 di sekitar Bristol, Inggris.

Lalu, fenomena Hum kembali muncul di Amerika Serikat (AS) pada akhir 1980 di Taos, New Mexico. Dia kemudian memeriksa banyak hipotesis yang menyebabkan Hum.

Banyak yang menunjuk ke jaringan listrik atau menara telepon seluler. Tetapi teori ini tampaknya masih belum meyakinkan untuk menjelaskan fenomena Hum. Pertama ponsel tidak ada pada 1960-an dan frekuensi yang dipancarkan oleh kedua menara sel dan jaringan listrik dapat dengan mudah diblokir oleh selungkup logam.

Deming juga mengamati Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi (HAARP), senyawa militer terisolasi di Alaska yang menggunakan gelombang radio untuk mempelajari luar angkasa dan untuk menguji teknik komunikasi canggih dan fokus favorit para ahli teori konspirasi, yang menuduh fasilitas tindakan mulai dari kontrol pikiran hingga kontrol cuaca. Dia mempelajari kemungkinan emisi otoacoustic, yang merupakan suara alami yang disebabkan oleh getaran sel-sel rambut di telinga.

Deming akhirnya memprediksi, gelombang radio Very Low Frequency (VLF) (antara 3 kHz dan 30 kHz) sebagai biang keladinya. Kekuatan militer dunia menggunakan pemancar darat dan udara besar-besaran pada frekuensi ini untuk berkomunikasi dengan kapal selam yang tenggelam. Gelombang radio pada frekuensi ini dapat menembus hingga inci aluminium yang solid.

Ada beberapa hipotesis lain yang menjawab tentang Hum, yakni berasal dari akumulasi besar dari suara frekuensi rendah dan infrasound yang dihasilkan manusia (suara dengan frekuensi audio di bawah sekitar 20 Hz dan yang dapat dirasakan lebih daripada yang dapat didengar). Ini mencakup semuanya, mulai dari kebisingan jalan raya hingga segala macam kegiatan industri.

Kemudian Hum juga dipercaya merupakan fenomena terestrial atau geologis yang menghasilkan suara frekuensi rendah atau persepsi suara-suara itu. Sebagai contoh, ada sejarah hewan yang terdokumentasi dengan baik yang memprediksi gempa bumi dan mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri.

Dari perspektif evolusi, mungkin ada nilai bertahan hidup dengan memiliki anggota populasi yang sangat sensitif terhadap beberapa jenis getaran. Ketika berbicara tentang Hum, beberapa manusia mungkin memiliki mekanisme fisiologis yang sama.

Sumber: Inews

Tags: bumifenomena humhum
Previous Post

Wali Nanggroe Jadi Wakil Nova di Tim Gugus Tugas Covid-19

Next Post

Lockdown di India Diperpanjang 2 Pekan

Next Post
Ingatkan Warga, Polisi India Pakai Helm Berbentuk Virus Corona

Lockdown di India Diperpanjang 2 Pekan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

23/03/2026
Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

23/03/2026
Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

23/03/2026
Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

23/03/2026
Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

23/03/2026

Terpopuler

Fenomena Hum, Suara Aneh yang Pertama Kali Terjadi pada 1960

Fenomena Hum, Suara Aneh yang Pertama Kali Terjadi pada 1960

12/04/2020

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com