TAPAKTUAN – Ketua Fraksi PA DPRK Aceh Selatan, Adi Samridha, mengatakan bahwa himpitan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat merupakan ancaman nyata selama wabah Corona merebak di Aceh. Kondisi ini dilihat lebih menakutkan dari pada tertular virus itu sendiri.
“Ancaman kelaparan dan himpitan ekonomi masyarakat, saat ini terasa lebih nyata. Di mata masyarakat, ini lebih menakutkan dari virus Corona,” kata Adi Samridha.
“Ini dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan dan di kota-kota ini mulai terjadi,” kata mantan aktivis mahasiswa ini.
“Harga barang mulai tinggi, hasil-hasil pertian masyarakat menurun drastis harganya, apalagi jelang Ramadan seperti sekarang harga bahan pokok melambung,” ujarnya lagi.
Kondisi ini, kata Adi, karena masyarakat tak leluasa berkerja selama wabah Corona melanda Aceh. Mereka yang merasakan terutama para pekerja lepas seperti tukang becak, dan beragam profesi lainnya. Imbasnya, ekonomi keluarga menjadi terganggu.
“Kemudian bantuan sosial dari Pemerintah Aceh, juga tak menyentuh semua lapisan masyarakat. Selama ini kita hanya mendengar angka-angka,” ujar Adi.
“Banyak masyarakat Aceh Selatan yang berada di Kota Banda Aceh mengeluh hal yang sama kepada saya melalui handphone. Kondisi ini harus segera dicari solusi,” kata Sekretaris PA Kabupaten Aceh Selatan ini lagi. []









