BANDA ACEH – Pengamat politik Aceh, Taufiq A. Rahim, mengatakan iklim investasi Aceh sedang tidak sehat, serta tidak menjamin keberadaan industri baru di Aceh.
Hal inilah akhirnya yang mengakibatkan sejumlah investor angkat kaki dari Aceh. Salah satunya seperti yang terjadi di Kawasan Industri Aceh (KIA) yang berada di Ladong, kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
“Masyarakat heboh dengan keputusan Ismail Rasyid dalam bisnis internasional sukses, namun di Aceh harus angkat kaki. Dia mencoba membangun kawasan industri di Ladong Aceh Besar harus berakhir. Hal ini dengan penuh kekecewaan besar, mengangkut peralatan kerjanya serta mengakhiri untuk tidak lagi berinvestasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Yang setahun lalu dengan cara hingar bingar diresmikan oleh Pemerintah Aceh, tetapi tidak didukung sarana dan prasarana lingkungan untuk kawasan industri, juga kepastian aturan atau qanunnya yang menjamin,” kata Taufiq A. Rahim, kepada atjehwatch.com, Sabtu 16 Mei 2020.
Demikian juga, kata dia, proses industri dalam investasi yang besar, sesungguhnya mesti adanya jaminan keamanan dan yang paling penting lingkungan hidup, juga yang memiliki kesadaran untuk berubah kearah kehidupan yang lebih modern.
Sedangkan yang mendasar sekali persoalan investor dan investasi serta penanam modal enggan membangun industri di Aceh adalah prasarana dan sarana penting seperti, lahan yang tidak feasibel, air bersih, listrik, sanitasi, kondisi lingkungan yang sehat. Namun jika semua dibebankan kepada investor, terlalu banyak biaya (cost) yang terserap terhadap pendukung biaya produktif dari modal yang dipersiapkan akan terkuras. Belum lagi biaya yang tidak terduga lain sebagainya, akan menggaggu perhitungam awal proses produksi dari aktivitas industrinya.
“Iklim investasi tidak bisa berdiri sendiri, juga harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang kuat dan sehat, juga lingkungan, prasarana dan sarana, juga pola pikir masyarakat lingkungan telah berubah, modern dan ingin maju. Baik secara ekonomi, sosial-budaya dan politik dan lain sebagainya. Hengkangnya investor menjadi risiko ekonomi dan politik di Aceh, karena iklim investasi tidak sehat,”ujarnya. []









