Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Sesar Aktif Segmen Aceh

Admin1 by Admin1
07/06/2020
in Nanggroe
0
Gempa 5.0 Magnitudo Getarkan Meulaboh

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Ist.

Jakarta – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan masyarakat di sekitar Kota Banda Aceh perlu mewaspadai peningkatan seismisitas sesar aktif di Segmen Aceh.

“Hasil monitoring gempa BMKG selama Mei 2020 di wilayah sekitar Banda Aceh ini sudah tampak menunjukkan adanya kluster peningkatan aktivitas seismisitas yang aktif,” kata Daryono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020.

Sebelumnya pada Kamis pagi terjadi gempa Aceh dan Sabang bermagnitudo 4,9 yang berdampak merusak belasan bangunan dan beberapa orang luka ringan di Sabang.

Hasil monitoring BMKG hingga Sabtu siang menunjukkan aktivitas gempa susulan yang terjadi sebanyak 23 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar magnitudo 3,8 dan terkecil bermagnitudo 2,5. Tren gempa susulan yang terjadi tampak terus melemah kekuatannya.

Daryono menjelaskan, daratan Aceh merupakan salah satu kawasan aktif gempa di Indonesia. Lokasi Kota Banda Aceh diapit oleh dua segmen sesar aktif, yaitu Segmen Aceh dan Segmen Seulimeum. Ke arah selatan, dua segmen sesar aktif ini selanjutnya bertemu dan membentuk Segmen Tripa.

Sejarah mencatat, Segmen Tripa pernah memicu gempa merusak berkekuatan magnitudo 7,3 pada 23 Agustus 1936 menimbulkan korban jiwa. Belum lama ini Segmen Tripa juga memicu gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada 8 Februari 2018 yang merusak beberapa rumah di Geumpang, Pidie.

Sementara itu Segmen Seulimeum juga pernah memicu gempa merusak pada 2 April 1964 dengan kekuatan magnitudo 6,5. Dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa saat itu mencapai skala intensitas VIII MMI banyak rumah rusak tingkat sedang hingga berat.

Dari ketiga segmen sesar di Aceh tersebut, hanya Segmen Aceh saja yang belum memiliki catatan sejarah gempa kuat. Segmen Aceh adalah segmen sesar aktif yang melintas di sebelah barat Kota Banda Aceh, berarah tenggara-barat laut. Segmen sesar ini memiliki laju pergeseran dua milimeter per tahun dengan magnitudo tertarget 7,2.

Selama ini di sepanjang Segmen Aceh sepi dari aktivitas gempa signifikan. Kondisi semacam ini dapat disebut sebagai zona kekosongan gempa atau seismic gap. Kekosongan gempa ini diduga karena masih dalam proses akumulasi medan tegangan (stress) di sepanjang jalur sesar.

“Aktivitas gempa Kamis pagi lalu kekuatan magnitudo 4,9 yang artinya masih jauh dari magnitudo tertargetnya. Untuk itu Segmen Aceh menjadi salah satu segmen sesar aktif yang patut diwaspadai,” katanya.

Lebih lanjut dia menyatakan, informasi yang diberikan tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat, tetapi guna mengingatkan bahwa potensi gempa itu ada dan harus direspons dengan upaya mitigasi yang nyata guna meminimalkan risiko jika terjadi gempa.

Salah satu upaya nyata dalam mewaspadai terjadinya gempa kuat adalah melakukan upaya sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat terkait mitigasi bahaya gempa bumi agar masyarakat memahami cara selamat saat terjadi gempa.

Namun demikian upaya mitigasi bahaya gempa yang paling utama sebenarnya adalah mitigasi struktural dengan cara membangun bangunan tahan gempa. Hal ini karena peristiwa gempa bumi sebenarnya tidak membunuh dan melukai, tetapi bangunan tembok dengan struktur lemah yang kemudian roboh saat terjadi gempa kuat adalah penyebab timbulnya korban jiwa, tambah dia.

“Kalau kita belum mampu membangun rumah tahan gempa maka salah satu alternatifnya adalah dengan membangun bangunan rumah dari bahan ringan dari kayu atau bambu yang didisain menarik,” ujar Daryono.

Sumber: Tempo

Tags: gempa
Previous Post

Perangi Rasisme, Michael Jordan Sumbang Dana Rp1,4 Triliun

Next Post

Wali Nanggroe Berharap Pemerintah Realisasikan Seluruh Butir MoU Helsinki

Next Post
Haul 10 Tahun Tgk. Hasan Tiro, Wali Nanggroe X: Mari Kita Lanjutkan Cita-Cita Perjuangan

Wali Nanggroe Berharap Pemerintah Realisasikan Seluruh Butir MoU Helsinki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kursi Abang Samalanga di DPR Aceh Mulai ‘Digoyang’ Para Anggota

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

24/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

24/03/2026
Kapolda Pastikan Arus Balik Idul Fitri di Aceh Berjalan Lancar

Kapolda Pastikan Arus Balik Idul Fitri di Aceh Berjalan Lancar

24/03/2026
Pemkab Nagan Raya Ingatkan Keuchik Tidak Manipulasi Data Korban Bencana

Pemkab Nagan Raya Ingatkan Keuchik Tidak Manipulasi Data Korban Bencana

24/03/2026
Polres Aceh Selatan Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di Objek Wisata

Polres Aceh Selatan Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di Objek Wisata

24/03/2026

Terpopuler

Gempa 5.0 Magnitudo Getarkan Meulaboh

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Sesar Aktif Segmen Aceh

07/06/2020

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Arus Balik di Tol Padang Tiji-Banda Aceh Alami Lonjakan Drastis

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com