Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

“Pak Bupati, Jangan Menambah Beban Masyarakat Demi Pencitraan Semata”

Admin1 by Admin1
14/10/2020
in Nanggroe
0
Akademisi Abulyatama Dukung Daerah Pinggiran Bergabung ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Pembongkaran bangunan sepanjang bantaran Krueng Aceh dimulai dari Ingin Jaya, Kuta Baro, dan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar sejak 10 Oktober 2020 hingga sekarang sedang dilakukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembongkaran bantaran Krueng Aceh sudah dilakukan sosialisasi oleh Pemkab Aceh Besar dua bulan yang lalu. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa pembongkran bangunan sepanjang Krueng Aceh untuk kepentingan kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh agar bebas banjir, dan secara umum masyarakat seputaran bantaran Krueng Aceh yang memiliki lahan dan bangunan bersedia untuk membongkar sendiri.

“Dalam beberapa hari ini, kami dapat informasi dari masyarakat seputaran krueng Aceh khusus masyarakat Krueng Barona Jaya yaitu Gampong Rumpet, Gampong Lamreung Mns Papeun, dan Lamreung Mns. Baktrieng, menyampaikan bahwa Tim Pemkab dan unsur lainnya membongkar lebih dulu bangunan kandang sapi (Weu Leumoe),” ujar Usman Lamreung, tokoh muda Aceh Besar, Rabu 14 Oktober 2020.

Padahal saat sosialisasi dengan masyarakat, kata Usman, diusulkan oleh salah seorang Keuchik agar kadang Sapi (Weu Leumoe) menjadi pertimbangan dengan alasan banyak kelompok masyarakat yang memilihara sapi tidak punya kandang dan tanah di tempat lain.

“Karena banyak para pemelihhara sapi adalah masyarakat miskin yang diberikan modal oleh donatur dengan bagi hasil. Sedangkan tanaman tua, dan rumah, harus dibangkar sendiri oleh masyarakat.”

“Juga dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa lahan bantaran Krueng Aceh tersebut tetap masih bisa digunakan oleh masyarakat untuk lahan pertanian dan sarana olahraga (lapangan Bola Kaki dan lainnya).”

Kata Usman, yang menjadi pertanyaan kenapa pembongkaran lebih awal kadang sapi (Weu Leumoe), padahal dalam sosialisasi pertemuan Tim Pemkab dan masyarakat bahwa kandang sapi menjadi salah satu pertimbangan Tim Pemkab Aceh Besar untuk tidak dibongkar.

“Harapan masyarakat seputaran krueng Aceh pada Bupati Aceh Besar untuk menjadi pertimbangan.”

“Masalah tidak ada lahan untuk membangun kembali kandang sapi dan tidak mungkin membangun kandang di dalam perkampungan warga karena dapat mengganggu kesehatan lingkungan,” ujarnya lagi.

“Kami sangat kecewa atas kebijakan pemerintah kabupaten Aceh Besar mempercepat pelaksanaan pembongkaran bantaran Krueng Aceh, dimana kondisi ekonomi masyarakat yang morat maril yang tidak menentu, Pemkab Aceh Besar melakukan pembongkaran bangunan, tentu ini bakal berimbas pada masyarakat sekitar yang selama ini bergantung ekonominya didaerah tersebut, diantaranya adalah menambah pengganguran dan beban sosial.”

“Pemkab Aceh harus ada solusi dan kebijakan untuk antisipasi masalah tersebut. Seharusnya dalam kondisi Covid-19 dan ekonomi masyarakat tak tentu, Bupati Aceh Besar mempertimbangkan untuk menunda pembongkran sampai Desember 2020. Saat ini memang masyarakat menengah kebawah sangat berpengaruh kondisi ekonomi, dimana daya beli dan aktifitas ekonomi sangat tak berdaya,” kata akademisi Abulyatama ini lagi.

Usul Tambahan

“Seyogianya apabila Bupati Aceh Besar beserta seluruh jajaranya tidak bisa mengurangi beban rakyat yang sedang diterpa oleh bencana wabah covid dan kemungkinan juga akan dihempas oleh badai resesi ekonomi. Janganlah menambah beban yang tidak perlu bagi rakyat demi pencitraan semata.”

Previous Post

Keren, Siswa Aceh Juara Kihajar STEM 2020

Next Post

PMI Edukasi Seputar Protokol Kesehatan kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

Next Post
[Foto] Gelombang Kedua Rohingya di Aceh pada 2020

PMI Edukasi Seputar Protokol Kesehatan kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

27/03/2026
Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

27/03/2026
Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

27/03/2026
Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

27/03/2026
Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

“Pak Bupati, Jangan Menambah Beban Masyarakat Demi Pencitraan Semata”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com