ACEH BESAR. Masyarakat Mukim Siem Kecamatan Darussalam Aceh Besar mengharapkan agar Waduk Tuwie Geulumpang yang terletak di perbukitan Glé Iniem Gampong Krueng Kalee segera difungsikan untuk mengairi lahan persawahan masyarakat sekitarnya.
Harapan tersebut disampaikan oleh masyarakat Mukim Siem melalui surat yang ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh c/q Dinas Pengairan Aceh. Surat berkop Mukim Siem dengan nomor 71/MS/VII/2020, tertanggal 21 Agustus 2020, ditandatangani oleh Imeum Mukim Siem dan delapan Keuchik dalam wilayah Mukim Siem itu telah disampaikan kepada Dinas Pengairan Aceh dengan kode/nomor agenda B 2175 tertanggal 2 Oktober 2020.
Menurut keterangan Imeum Mukim Siem, Asnawi Zainun, SH, pembangunan waduk Tuwie Geulumpang telah dimulai sejak tahun 2009 dengan skema proyek multy years dan secara akumulatif telah menyerap anggaran lebih dari 20 Milyar Rupiah hingga saat ini belum difungsikan untuk mengairi lahan persawahan masyarakat.
Asnawi Zainun lebih lanjut menjelaskan, mengacu pada pemberitaan Harian Serambi Indonesia tanggal 23 Januari 2010, Waduk Tuwie Geulumpang memiliki kapasitas menyimpan air sampai 969,19 m3, dengan debit maksimum 87,92 m3/detik dan mampu mengairi 200 hektar sawah di kawasan itu.
Menurut hitungan seorang petani yang ditemui media ini, jika Waduk Tuwie Geulumpang difungsikan dan dapat mengairi 10% saja dari kapasitas waduk ini, maka akan sangat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani di kawasan ini.
Sebelumnya Asnawi Zainun menjelaskan pula, penyebab utama waduk Tuwie Geulumpang belum dapat difungsikan hingga saat ini, karena telah terjadi beberapa kerusakan yang cukup parah pada bangunan utama pintu air waduk, khususnya kerusakan pada setir kemudi pintu air sehingga tidak dapat digunakan untuk menutup atau membuka daun pintu air.
Menurut informasi yang didapatkan media ini dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya, kerusakan itu disebabkan karena stir pintu air waduk tuwie geulumpang telah dicuri oleh pihak yang tidak bertanggjawab.
Namun ada juga rumors yang berkembang di masyarakat, stir pintu air waduk sengaja dihilangkan oleh rekanan pelaksana untuk menghindari kerusakan pada dinding waduk saat tekanan air waduk kuat, karena dinding waduk Tuwie Geulumpang itu dibangun dengan kualitas rendah, tidak sebagaimana ditentukan. []







