Banda Aceh- Tumbuhkan Minat Baca, Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Adakan Kegiatan Story Telling Untuk Anak-anak
Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh mengadakan kegiatan story telling selama 3 hari berturut-turut, sejak 21 hingga 23 Oktober 2020 di tiga lokasi berbeda.
Acara yang digelar saat pandemi ini, mengangkat tema menumbuhkan karakter Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, dan Membaca Buku (4 M).
Menyasar anak usia 5-7 tahun, kegiatan ini menghadirkan pendongeng, salah satunya adalah Bunda Yuli Yana yang membawakan Cerita Rakyat Aceh berjudul Manusia Bersarung Kodok. Cerita tersebut diangkat dari buku karangan Azhari yang dikenal sebagai salah satu penulis Aceh.
Siswa siswi kelas 1 SDN Krueng Raya dan anak-anak TKS Bustanul Ulum Meunasah Kulam yang hadir sangat antusias menyimak cerita yang dibawakan secara ekspresif oleh Yuli Yana S. Pd yang dikenal dengan Bunda Yuli. Hingga diakhir kegiatan, saat panitia melontarkan beberapa pertanyaanpun anak-anakpun bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar Rabu, (21/10/20) .
Hari berikutnya, di Kelompok Bermain (KB) Taman Annisa, Bunda Yuli membawakan Cerita yang berkaitan dengan Virus Covid 19 yang berjudul “Corona Jangan Masuk Rumah ya…” Kamis, (22/10).
Karena pesertanya adalah 100 anak TK dari 4 sekolah di wilayah Kecamatan Darussalam Aceh Besar, maka sebelum memulai cerita Bunda Yuli mengajak anak-anak menjaga jarak satu sama lain sambil menari dengan melakukan gerakan 6 langkah cuci tangan yang benar.
Iringan musik dan lagu meraih bintang yang dipopulerkan oleh Via Valent membuat suasana menjadi semarak dengan keceriaan anak-anak para pekerja pabrik batu bata, petani, pedagang dan nelayan itu.
Saat memasuki sesi cerita, anak-anak mulai duduk tenang mendengarkan kisah Mepi si boneka burung merah pintar yang tidak bisa memeluk ayahnya saat pulang mencari biji jagung.
Ibu Mepi melarang karena ayah harus mandi dan berganti pakaian yang bersih dulu sebelum masuk rumah dan berkumpul bersama keluarga agar seisi rumah terbebas dari virus corona. Mepi yang semula sedih, akhirnya mengerti dengan penjelasan sang ibu.
Anak-anak yang mendengarkan cerita Mepi pun diharapkan dapat mengerti dan mempraktekkan apa yang mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari.







