MEULABOH – Pengelola biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya operasional pendidikan (BOP) madrasah swasta dan raudhatul athfal (RA) di Kabupaten Aceh Barat mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di madrasah tersebut berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Sabtu 14 November 2020.
“Peserta sebanyak 58 orang, terdiri dari 29 kepala madrasah dan 29 operator/bendahara dari 29 satker madrasah swasta dan RA di Kabupaten Aceh Barat,” sebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Aceh Barat, Iswandi SPd I.
Iswandi menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mewujudkan pengelolaan anggaran operasional madrasah swasta dan raudhatul athfal (RA) yang tepat prosedur, tepat guna, tepat jumlah, tepat sasaran dan tepat waktu sesuai dengan penggunaan dan kebutuhan.
Iswandi menjelaskan, pengelola biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya operasional pendidikan (BOP) harus mampu dan paham dalam pengelolaan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan petunjuk teknis (juknis) yang ada.
“Kita harus siap meningkatkan kualitas madrasah dengan membiasakan yang benar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Aceh Barat, Suhadi SAg mengatakan, dalam melakukan realisasi anggaran madrasah dan raudhatul athfal (RA) harus sesuai petunjuk teknis (juknis). Jika tidak, nantinya dikuatirkan akan menimbulkan permasalahan baru yang dapat berefek negatif pada madrasah.
“Audit anggaran di tahun 2020 sangat ketat, jadi jangan pernah membuat penyimpangan dalam pengelolaan anggaran,” tambahnya.
Suhadi mengingatkan, dalam melakukan realisasi anggaran harus mempedomani petunjuk teknis (juknis) sesuai dengan tahun anggaran. Artinya anggaran tahun 2020 tidak boleh berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) tahun 2019.
“Jadikan anggaran sesuai dengan regulasi dan untuk kemaslahatan madrasah, jangan jadikan anggaran itu untuk pribadi,” pesannya.
Selain itu, Suhadi mengingatkan kepada kepala madrasah, untuk memberi perhatian lebih kepada operator madrasah. Sebab, operator merupakan ujung tombak dalam pelaporan anggaran, serta menyukseskan semua kegiatan yang ada di madrasah.
“Perhatikanlah mereka, jangan dipandang sebelah mata,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan kepada bendahara, untuk selalu berhati-hati dalam membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran.
“Jangan ada pelaporan yang melenceng, buat laporan sesuai dengan regulasi yang ada,” pungkasnya.
Materi pada bimtek tersebut disampaikan oleh Perencana Pertama, Satria Firmana SE, tentang pelaporan keuangan. Bendahara Pengeluaran, Silmi Yanti Lubis S Kom I, tentang laporan pertanggungjawaban, dan Pengelola BOS Kabupaten, Jufrizal.[]










