Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Joe Samalanga by Joe Samalanga
02/04/2026
in Lintas Timur
0
Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

ACEH BESAR – Skandal mencengangkan mengguncang Aceh Besar. Nama Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda diduga secara brutal dicatut dalam papan bunga ucapan pelantikan Imum Syik Masjid Abu Indrapuri. Dugaan ini bukan sekadar pelanggaran etika—tetapi mengarah pada praktik manipulasi publik yang berbahaya dan memicu potensi konflik sosial terbuka.

Papan bunga yang beredar luas itu secara terang-terangan mencantumkan nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, seolah-olah memberikan restu terhadap pengukuhan Tgk. Zulfa Saputra, S.E. Publik pun dibuat geger: benarkah institusi negara sedang “ditarik” ke dalam pusaran konflik lokal?
Kuasa hukum Nourman Hidayat meledak. Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk dugaan “operasi provokasi” yang terstruktur dan tidak bisa ditoleransi.

“Ini bukan lagi soal papan bunga. Ini dugaan manipulasi besar-besaran dengan mencatut nama pejabat tinggi negara untuk menciptakan legitimasi palsu. Ini kotor, ini berbahaya, dan ini harus dibongkar!” tegasnya tanpa kompromi.
Menurutnya, mencatut nama Kapolda dan Pangdam bukan tindakan sembarangan, melainkan sinyal adanya pihak yang sengaja memainkan api di tengah masyarakat.

“Kalau ini benar, ini bukan sekadar fitnah—ini upaya sistematis membenturkan masyarakat dengan membawa nama institusi negara. Ini bisa meledak kapan saja!” ujarnya.

Situasi semakin panas karena di saat yang sama, pengukuhan Imum Syik tetap didorong untuk berlangsung oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris. Langkah ini dinilai bukan meredam, melainkan justru mempercepat eskalasi konflik.

“Di tengah polemik sebesar ini, kenapa dipaksakan? Ini menimbulkan pertanyaan besar: ada apa di balik semua ini?” kata Norman.

Ia bahkan secara terbuka menyeret nama Bupati Aceh Besar dalam pusaran kontroversi.

“Saya melihat indikasi kuat ini bukan sekadar pembiaran. Ada peran aktif yang patut diduga sebagai bagian dari provokasi. Kalau ini benar, ini sangat serius dan tidak bisa dibiarkan,” tegasnya lagi.

Norman memperingatkan bahwa Aceh Besar sedang berada di ambang konflik sosial jika aparat tidak segera bertindak.

“Ini bom waktu! Jangan tunggu masyarakat bentrok baru semua sibuk. Polda Aceh dan Kodam IM harus segera bergerak, bongkar siapa dalang di balik pencatutan ini, dan hentikan semua yang berpotensi memecah belah rakyat!” serunya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan nama institusi negara secara sembarangan adalah bentuk penghinaan serius terhadap hukum dan wibawa negara.

“Kalau ini dibiarkan, besok siapa saja bisa ‘mengatasnamakan’ Kapolda, Pangdam, bahkan negara untuk kepentingan tertentu. Ini ancaman nyata bagi hukum dan kepercayaan publik,” pungkasnya.

Rilis ini menjadi alarm keras: Aceh Besar sedang berada di titik rawan. Jika tidak ditangani cepat dan tegas, konflik bukan lagi potensi—melainkan tinggal menunggu waktu untuk benar-benar pecah.[]

Previous Post

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Next Post

Muslim Ayub Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Aceh Tenggara, Tekankan Pentingnya Persatuan

Next Post
Muslim Ayub Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Aceh Tenggara, Tekankan Pentingnya Persatuan

Muslim Ayub Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Aceh Tenggara, Tekankan Pentingnya Persatuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Negara Main-Main dengan Korban HAM Aceh, Aktivis Desak Kompensasi Rp1,5 Miliar per Korban

10/09/2026
Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

10/09/2026
Dukung MBG, Yayasan CKGN: Perkuat Sistem SPPG yang Sudah Berjalan

Dukung MBG, Yayasan CKGN: Perkuat Sistem SPPG yang Sudah Berjalan

10/09/2026
Wacana Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Dinilai Perlu Dikaji Menyeluruh

Wacana Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Dinilai Perlu Dikaji Menyeluruh

10/09/2026
HIPMI Sembangi Dandim Abdya, Perkuat Semangat Usaha untuk Kemajuan Daerah

HIPMI Sembangi Dandim Abdya, Perkuat Semangat Usaha untuk Kemajuan Daerah

10/09/2026

Terpopuler

Wacana Kantin Sekolah Kelola MBG, HMI Sigli Minta SPPG Diperkuat

Wacana Kantin Sekolah Kelola MBG, HMI Sigli Minta SPPG Diperkuat

10/09/2026

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Didukung TJSL Pertamina, Yayasan Wakaf Haroen Aly Bangun Tempat Wudhu Masjid Al-Mansoor

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com