TAKENGON – Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) mengadakan konsultasi publik hasil kajian High Conservation Value (HCV) di Hotel Grand Renggali Takengon, Selasa (24/11/2020).
FKDP merupakan forum bersama yang bergerak dalam bidang konservasi dan lingkungan hidup dan pengelolan kawasan DAS Peusangan di Aceh.
Salah satu kegiatan FDKP adalah melakukan kajian High Conservation Value (HCV) di Lansekap Peusangan- Jambo Aye (Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara).
Beberapa proses telah dilaksanakan mulai dari bulan Oktober 2019 bersama Konsultan Ahli dari MeTTA Bogor. Untuk menyempurnakan hasil kajian tersebut FDKP melakukan konsultasi publik untuk penyempurnaan hasil kajian HCV Lanskap Peusangan-Jambo Aye tersebut.
Dalam kegiatan tersebut FDKP mengundang Dr, Monalisa yang merupakan Akademisi Fakultas Pertanian UNSYIAH, pengurus Forum Danau Nusantara (FORMADAN) Aceh dan Pembina Jaringan Masyarakat Gambut Aceh (JMGA).
Monalisa menyebutkan, kegiatan tersebut cukup menarik dan bermanfaat karena para stakeholder dapat mengetahui kajian awal Identifikasi Konservasi Tinggi (NKT) pada Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Utara yang termasuk dalam kawasan DAS Peusangan yang wajib dijaga kelestarian lingkungannya.
“Bagus kegiatannya, ada hal yang menarik para stakeholder dapat mengetahui identifikasi konservasi tinggi,” ungkap Mona
Selanjutnya Mona menjelaskan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di empat wilayah tersebut tidak hanya memberikan manfaat jasa lingkungan melainkan dapat menjadi penopang sektor ekonomi di Provinsi Aceh.
“Dari segi ekonomi juga bisa kita tingkatkan, tentu saja bisa dengan catatan jika hal ini dikelola dengan baik sesuai dengan perspektif pembangunan berkelanjutan, besar harapan saya agar keempat wilayah ini nantinya dapat benar – benar memanfaatkan dan menjaga nilai konservasi tinggi ini tetap terjaga namun masyarakat sejahtera,” tutup Mona
Dari kegiatan tersebut Mona berharap Forum Krueng DAS Peusangan bersama Stakeholder dapat mensosialisasikan hasil kasijan tersebut kepada masyarakat di wilayah pedesaan sehingga kesadaran menjaga alam dan lingkungan dapat terkawal dengan baik mulai dari Pihak Swasta, Pemerintah, Akademisi, CSO/LSM dan Masyarakat.
Reporter: Romadani







