PEUREULAK — Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh timur, Kota Langsa dan Aceh Utara Pada 04 Desember 2020 lalu sangat dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya, akibat diterjang banjir, sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Seperti halnya yang dirasakan oleh Nurlela Wati seorang ibu rumah tangga asal gampong tualang Pateng, kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.
Nurlela mengaku dirinya bersama dengan keluarga harus menempati posko pengungsian yang disediakan oleh aparat gampong setempat, di arenakan rumah yang ia tempati ambruk diterjang banjir.
Hujan deras yang terjadi pada Jumat 4 Desember 2020 lalu membuat dirinya dan keluarga kehilangan rumah. Ia sangat mengharapkan pemerintah dan dermawan untuk membantu dirinya dan keluarga.
“Saya sangat berharap kepada pemerintah untuk membantu kami sekeluarga, apa lagi anak kami sedang dalam pendidikan, kami mohon bantu kami untuk membenahi rumah agar dapat di tempati lagi,” ujarnya dengan nada sedih pada Jumat 11 Desember 2020.
Dengan penuh harapan ia mengatakan permohonannya, dirinya agar dapat di bantu oleh pemerintah.
Sementara itu Zainal Abidin Keuchik Tualang Pateng Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur mengatakan bahwa dirinya bersama warga mengupayakan pembangunan posko pengungsian untuk 19 jiwa dampak banjir.
Posko pengungsian tersebut dibangun di balai samping meunasah gampong setempat. Selanjutnya menyiapkan bantuan konsumsi kepada warga dampak banjir.
“Alhamdulillah kita sudah mengupayakan bantuan untuk mendirikan posko tanggap darurat di balai dekat mushalla Gampong,”ujarnya.
Kemudian ia mengatakan bahwa sejumlah infrastruktur gampong mengalami kerusakan seperti halnya ada tiga rumah warga yang rusak dan 2 jembatan yang mengalami kerusakan.
“Kami sebagai pimpinan Gampong telah mengupayakan semampu dan sebisa kami, namun untuk pembangunan infrastruktur dan rumah warga kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.










