Banda Aceh – Dialektik Institut baru saja menggelar pelatihan pengembangan kompetensi yang bertajuk, “Pelatihan Public Speaking, Capacity Building dan Personal Branding, Dialektik Institut 2020” dalam rangka memperingati satu tahun hadirnya Dialektik Institut.
Pelatihan ini diadakan pada Senin 21 Desember 2020 di Coffe Bay, Ulee Lheu, Kota Banda Aceh.
Dalam sambutanya Gilbran Dais, selaku Founder Dialektik Institut menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas yang percaya pada kemampuan diri sendiri di tengah persaingan dunia yang semakin ketat. Dan juga untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang terus berkembang dan beragam.
Pentingnya kepemilikan soft compentency untuk mendukung seseorang dalam hal apapun. Misalnya saat seseorang ingin memulai sesuatu, kebanyakan orang akan berkata “emang kamu bisa apa?”, “emang kamu siapa?”, banyak sekali jenis pertanyaan yang akan menjatuhkan.
“Tapi, malalui Dialektik Institut kami akan terus membawa pesan kepada kita semua bahwa setiap kita adalah cerita yang harus dibagi. Terutama untuk para pemuda, kita harus berani berdiri di atas impian dan keputusan sendiri. Buatlah diri kita berbeda dari begitu banyaknya pemuda yang mengikuti arus, kita harus hidup atas sesuatu yang ingin kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh,” ujar pemuda kelahiran Bireuen itu.
Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan ini adalah Fahmi Risnaldi, yang merupakan Speaker For Changi International Exhibition, Ida Fitriani Almaddany, Garuda Indonesia Former Flight Attendant yang juga presenter TVRI Aceh, dan Gilbran Dais, Founder Dialektik Institut yang juga Sociopreuneur.
Disamping itu CO – Founder Dialektik Institut, Andy Mu’arif mengatakan bahwa Dialektik Institut hadir untuk mengembangkan kemampuan pemuda dan pemudi Aceh di luar kemampuan akademis atau teknis. Misalnya seperti Intrapersonal Skill yang di dalamnya mengajarkan kesadaran diri, penilaian diri, kemauan untuk terus belajar, keberanian, sikap fleksibel, komitmen, motivasi, tujuan hidup, kesadaran emosional, keahlian diri, keterampilan komunikatif, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, manajemen stress, manajemen waktu, dan keahlian negosiasi.
“Ya intinya Dialektik Institut hadir untuk mengambil bagian dalam ruang perubahan dari kaum Muda untuk Aceh dan Indonesia yang lebih baik,” kata Nyanyak, begitu dia akrab disapa.










