Takengon – Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (BEM-STIKES) Payung Negeri Bener Meriah melakukan aksi galang dana untuk Muhammad Arifki (4) yang mengidap penyakit bocor jantung, Jum’at (25/12/2020).
Muhammad Arifki bocah yang biasa dipanggil Ucil warga Takengon Desa Tansaril berusia empat tahun, menderita penyakit bocor jantung, DOR V, PDD PS. Penyakit tersebut sudah mulai sejak Ucil lahir kini tengah menjalani tindakan pengobatan dan rawat jalan.
Awalnya ketika berusia empat bulan mengalami gejala, mata, kuku, bibir membiru serta sesak dalam bernafas. Saat ini Ucil atau Rifki harus segera dioperasi demi kesembuhan penyakitnya dan biaya untuk operasi btersebutpun berjumlah Rp. 50 juta.
Sementara itu BEM STIKES Payung Negeri Bener Meriah merasa terpanggil untuk membantu Rifki. Mahasiswa ilmu kesehatan tersebut mengadakan aksi galang dana dengan langsung turun ke jalan dan menghampiri rumah warga di seputaran Bener Meriah.
Ketua BEM STIKES Payung Negeri Bener Meriah Satria Budi menyatakan turut prihatin atas penyakit yang diderita Rifki, pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban keluarga Rifki.
“Kita dari mahasiswa BEM STIKES Payung Negeri Bener Meriah turun kejalan dan menghampiri rumah warga, guna untuk membantu Rifki. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat membantu biaya operasi adik kita Rifki,” ujar Budi.
Reporter: Romadani








