Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kagura, Eksekutif Pidie Belum Juga Serahkan RAPBK 2021 hingga Awal Tahun

Admin1 by Admin1
04/01/2021
in Lintas Timur
0
Pemerintah Perlu Menyediakan PCR pada RSU Rujukan Covid-19 se-Aceh

SIGLI – Jajaran eksekutif Pidie ternyata belum juga menyerahkan RAPBK 2021 ke DPRK setempat hingga awal tahun ini. Keadaan ini dinilai berdambak buru bagi pembangunan di kabupaten Pidie.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, kepada atjehwatch.com, Senin 4 Januari 2021.

“Ya, RAPBK Pidie 2021 sampai detik ini belum juga diserahkan kepada DPRK Pidie oleh Bupati Pidie. Padahal dalam pembahasan KUA PPAS 2021 sebulan yang lalu kami sudah mempertegas bahwa tidak boleh terlalu lama penyusunan RABPK 2021, mengingat waktu mmg sudah di luar batas,” ujar pria yang akrab disapa Mahfud ini.

Menurutnya, setelah ditetapkan KUA-PPAS 2021 kemarin pada 3 Desember 2021 oleh DPRK Pidie, sampai hari ini atau 4 Januari 2021, belum juga diserahkan RAPBK 2021 ke DPRK Pidie. Hal ini semakin membuat kami cemas dan kecewa.

“Padahal komitment Banggar dengan TAPK kemarin kami berikan waktunya hanya 15 kerja, RAPBK harus bisa diserahkan Kembali ke DPRK untuk ditetapkan, tapi sampai hari ini sudah melebihi sebulan kerja belum juga disampaikan ke Dewan.”

“Padahal juga kemarin Gubernur Aceh sudah mengirimkan surat peringatan lagi kepada pemkab pidie untuk segera menyerahkan R-APBK ke DPRK Pidie untuk dibahas bersama, belum ada sinyal juga dari Pemkab Pidie. Hari ini kami akan menyurati kembali Bupati Pidie untuk segera mengajukan RAPBK 2021. Kalau bicara molor, tentu sudah jauh sekali masa kemolorannya,” kata pria yang akrab dengan segala kalangan ini lagi.

Seharusnya, kata dia, penetapan APBK paling lambat 1 bulan sebelum berakhir tahun berjalan. Artinya pada 30 November setiap daerah Kab/Kota seluruh Indonesia wajib ketuk palu atau bahasa lain wajib penetapan APBK untuk tahun kedepan.

“Kalau kita melihat waktu yang tersedia memang sudah jauh di ambang batas yang ditentukan oleh regulasi, tapi itulah pemkab pidie belum sadar juga dan tidak pernah menjadikan pengalaman buruk-buruk yang sudah sudah lalu.”

“Tentu dengan jangka waktu yang tersedia membuat pemkab pidie kewalahan nantinya dalam proses pembangunan di 2021, coba bayangkan kalau misalkan nantinya pembahasan dan penetapan APBK Pidie 2021 di Februari, kemudian proses evaluasi oleh pemerintah atasan kadang membutuhkan waktu 1,5 bulan, entah apa terjadi pada realisasi pembangunan di tahun 2021? Tentu akan bobrok sekali,” katanya.

“Sepertinya tahun ini adalah menjadi tahun terburuk sepanjang 11 tahun terakhir dalam proses penganggaran uang rakyat Pidie. Kalau bicara resiko dari terlambatnya penetapan APBK, Wah banyak sekali kerugian yang dialami masyarakat Pidie, mulai dari terhambatnya penyaluran DUA, DAK di potong, DID 2022 sudah bisa dipastikan nihil, ditambah lagi dengan sanksi sanksi administrasi dari pemerintah pusat, yang pasti semuanya jadi kacau. Tentu resiko dari semuanya ini di tanggung oleh rakyat Pidie,” kata Mahfud lagi.

Previous Post

Museum Aceh Kembali ‘Dibanjir’ Pengunjung

Next Post

Sri Mulyani Sebut Anggaran Vaksin Corona Bisa Lampaui Rp74 T

Next Post
Sri Mulyani: Pasien Positif Covid-19 Tembus 95 Ribu di Bulan Mei

Sri Mulyani Sebut Anggaran Vaksin Corona Bisa Lampaui Rp74 T

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dishub Catat Angkutan Idul Fitri di Aceh Capai 212,4 Ribu Orang

Dishub Catat Angkutan Idul Fitri di Aceh Capai 212,4 Ribu Orang

31/03/2026
Kemenag Aceh Besar Catat 144 Pasangan Menikah Usai Idul Fitri

Kemenag Aceh Besar Catat 144 Pasangan Menikah Usai Idul Fitri

31/03/2026
Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

Nasrul Zaman: Kebijakan Sekda Pangkas JKA Berisiko Picu Ledakan Sosial

31/03/2026
Daniel Abdul Wahab Rajut Silaturahmi dengan Jajaran DPRK Banda Aceh

Daniel Abdul Wahab Rajut Silaturahmi dengan Jajaran DPRK Banda Aceh

31/03/2026
Pembayaran TPG Guru Tuntas, Plt Kadisdikbud: Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik

Pembayaran TPG Guru Tuntas, Plt Kadisdikbud: Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik

31/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

Kagura, Eksekutif Pidie Belum Juga Serahkan RAPBK 2021 hingga Awal Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com