BLANGPIDIE – Kegiatan penyaluran Bantuan Langsung tunwai Dana Desa (BLT-DD) tahun anggaran 2020 di Kabupaten Aceh Barat Daya tuntas dilaksanakan hingga penghujung akhir tahun tersebut.
Sebanyak 11.522 kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Abdya langsung menerima bantuan uang cash dari dana desa hingga bulan Desember 2020.
Sebagaimana diketahui, penyaluran BLT ini dimulai sejak tahap I (April, Mei, dan Juni) dengan jumlah uang tunai yang diterima per KPM sebesar Rp 600 ribu per bulan.
Sedangkan, tahap II (Juli, Agustus, dan September), serta tahap III terakhir (Oktober, November dan Desember), terjadi penurunan nilai sebesar Rp 300 ribu per KPM per bulan.
“Alhamdulillah berdasarkan infomasi dan data yang kita terima dari pendamping desa, penyaluran BLT-DD di Abdya hingga bulan Desember 2020 tuntas seratus persen,” ungkap Kepala DPMP4 Abdya, Musawir S.Sos melalui Kabid PMG Arif Zulfahmi, Jum’at (08/01/2021).
Meskipun demikian, Arif juga menyatakan memang ada beberapa gampong yang tidak sepenuhnya bisa menyalurkan BLT tahap III di akhir tahun 2020 ini karena ketidakcukupan anggaran dana desa.
Namun, hingga bulan Desember 2020 gampong yang ketersediaan dana desa masih cukup untuk BLT telah sukses melakukan penyaluran sesuai deadline yang diharapkan.
“Deadline penyaluran BLT oleh setiap gampong itu kan berakhir pada bulan Desember kemarin, jadi semua gampong yang dana desanya masih tersedia semuanya telah selesai salur,” tegasnya.
Pada tahap I penyaluran BLT di Abdya, dijelaskan Arif, terdapat sebanyak 12.866 KPM telah menerima jatah BLT di bulan April, 12.485 KPM di bulan Mei, dan 12.842 KPM di bulan Juni 2020, juga sudah siap salur.
Besaran jumlah total dana desa yang terserap untuk BLT secara kabupaten di tahap I tersebut berkisar Rp 7,7 milyar lebih.
Selanjutnya pada tahap II, sebut Arif terdapat sejumlah 13.882 KPM sudah menerima BLT masing-masing jatah untuk bulan Juli dan Agustus 2020. Kemudian, jatah bulan September sejumlah 13.862 KPM.
Dari penyaluran tahap II, mulai Juli hingga September dana desa yang dikucurkan untuk BLT menyerap anggaran dana desa sebesar Rp 4 milyar lebih.
Dikatakan Arif, penyaluran BLT tahap III terjadi penurunan angka jumlah KPM sangat signifikan.
Hal itu disebabkan adanya migrasi jumlah KPM dari sebelumnya menerima BLT-DD dari desa kemudian beralih ke penerima manfaat bantuan sosial (bansos) dampak Covid lainnya.
“Ditahap III berdasarkan data yang kita terima itu ada penurunan jumlah KPM. Mereka sebagian besar beralih sebagai penerima manfaat bantuan BPNT dan BST Kemensos,” ulasnya.
Dari data tersebut, diuraikan Arif, sejak BLT bulan Oktober mulai lah terjadi pengurangan angka KPM yang signifikan, menurun menjadi 12.028 KPM.
Bulan November, kembali menurun menjadi 11.885 KPM, dan terakhir pada bulan Desember sebanyak 11.522 KPM.
“Di tahap III dana desa yang terserap untuk kegiatan penyaluran BLT itu rata-rata sekitar Rp 3,5 milyar per bulannya,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator TPP P3MD Abdya, Fitriadi SE memberikan apresiasi terhadap seluruh jajaran pendamping desa Abdya yang telah memfasilitasi proses kegiatan BLT ini berjalan dengan sukses di wilayah masing-masing gampong dampingan.
“Saya atas nama koordinator TPP Abdya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan TPP Abdya baik PD, maupun PLD yang sudah memfasilitasi gampong dari awal musdes BLT, sosialisasi BLT sampai selesainya penyaluran di bulan Desember 2020,” ucap Fitriadi.
Reporter: Rusman








