JAKARTA – Ustadz Abdul Somad atau UAS mengaku sangat berduka atas meninggalnya sejumlah ulama di Indonesia selama beberapa waktu terakhir.
Hal ini diungkapkan UAS kepada para sahabat terdekatnya di Aceh, Senin 18 Januari 2021.
UAS juga berduka atas meninggalnya Sayyidil Walid Habib Muhammad bin Ahmad Alattas, Simpang Ulim, Aceh Timur pada Senin, dini hari tadi, 18 Januari 2021.
“Terakhir ketemu saat UAS ke Aceh pada 26 Desember lalu. Jadi (almarhum) Habib Muhammad mengundang UAS untuk peresmian masjid di Simpang Ulim pada 17 Januari 2020. UAS sudah agendakan. Itu acaranya kemarin. Tiket sudah dibooking dan semuanya sudah disiapkan. Namun tiba-tiba harus dibatalkan,” ujar koordinator UAS untuk Aceh, Nazaruddin Yahya kepada atjehwatch.com, Senin 18 Januari 2020.
“Alasan pembatalan karena kita khawatir terjadi kerumunan. Sehingga melanggar Prokes. Ini karena sudah banyak orang tahu perihal kedatangan UAS. Namun subuh tadi UAS menerima kabar duka tersebut,” kata Syech Nazar lagi.
Kabar ini, kata pria asal Krueng Mane ini, merupakan kabar duka yang mendalam bagi UAS dan seluruh tim di Aceh.
“Semoga seluruh keluarga dapat tabah dan almarhum mendapat tempat yang layak di-sisi-Nya. Kita sangat kehilangan,” kata Syech Nazar lagi.
Sementara itu, Senator muda asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, yang juga sahabat UAS, juga menyampaikan duka yang sama.
“Saya terkejut atas kabar duka meninggalnya Habib Muhammad. Dari tadi subuh, kabar duka ini terus saya terima dari keluarga dan sahabat di Aceh Timur,” kata mantan ketua IKAT Aceh ini.
“Harusnya saya dan UAS hadir dalam peresmian masjid pada 17 Juni atau kemarin. Ini undangan disampaikan langsung oleh Habib kepada kami saat bertemu di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Namun saya dan UAS batal datang untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi melanggar Prokes. Siapa tahu, tuhan berkehendak lain dan kabar duka datang, dini hari tadi. Saya atas nama pribadi sangat berduka,” ujarnya lagi.










