Banda Aceh- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Banda Aceh tetap solid dan mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya (TRH).
Pengurus dan kader Partai Demokrat Kota Banda Aceh menolak dan mengecam keras segala upaya dari pihak luar yang mencoba untuk mengambil alih secara paksa Partai Demokrat.
Dengan penegasan tersebut, segenap pengurus mengecam pihak manapun yang akan mengambil alih pucuk Kepemimpinan Partai Demokrat yang saat ini dipimpin oleh AHY sebagai Ketua Umum dan TRH sebagai Sekjen.
“Partai Demokrat Banda Aceh solid mendukung penuh Kepemimpinan AHY sebagai Ketum dan TRH sebagai Sekjen. Terkait adanya upaya paksa mengambil alih partai oleh sekelompok mantan kader dan pihak luar, kami tidak akan menoleransi perbuatan tersebut,” Arif Padiilah menegaskan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Banda Aceh dan pengurus mengatakan tidak ada tawar menawar lagi atas kepemimpinan AHY dan TRH,demokrat banda aceh tidak goyah dengan serangan pihak luar manapun yang ingin merong-rong partai demokrat; tegasnya.
Selain itu, DPC Partai Demokrat Banda Aceh juga mendukung tindakan yang dilakukan oleh DPP Partai Demokrat dengan sigap dan tangkas dalam pengambilan keputusan.
Dengan alasan apapun Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) tidak dapat dibenarkan dan disahuti karena itu jelas-jelas langkah liar dan menabrak koridor AD/ART Partai Demokrat yang sudah di bangun dengan susah payah guna menjunjung tinggi hak-hak demokrasi yang sudah terbangun pasca reformasi.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banda Aceh Arif Fadillah merupakan Ketua DPRK Banda Aceh Pada priode 2014 – 2019 yg sukses mengawal pembangunan Banda Aceh di priode tersebut.
Kami dari jajaran pengurus DPC PD Kota Banda Aceh segenap para 9 Ketua DPAC sampai 90 DPRT diWilayah Kota Banda Aceh SIAP mempertahankan AHY sebagai Ketum dan TRH sebagai Sekjen; Ungkap Arif Fadillah
“Dukungan dari DPC Kota Banda Aceh atas Langkah-langkah strategis DPP yang sesuai Konstitusi dalam menghadapi upaya kudeta partai demi menjaga marwah, kehormatan dan eksistensi Partai Demokrat,” tutup Arif Padilah. (DPC Demokrat Banda Aceh)








