Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Membesuk ‘Williems Torren’ di Ujung Pulo Aceh

redaksi by redaksi
05/03/2021
in Feature, Pariwisata
0

LIMA sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang di jalanan Pulo Aceh, Rabu siang 3 Maret 2021.

Dari Desa Lampuyang, Kecamatan Pulo Aceh, kami memulai perjalanan sekitar pukul 13.02 WIB. Ada beberapa desa yang dilalui. Pemandangan indah terpapar sepanjang jalan.

Laut biru dengan pasir putir menyerupai kalung mutiara.

Kami sering kali tergoda untuk berhenti dan mengabadikan ‘kemolekan’ pantai di sana lewat kamera.

Di barisan depan, ada senator DPD RI, HM Fadhil Rahmi Lc. Ia membonceng di belakang pemuda Pulo Aceh yang menjadi pemandu kami. Pemuda tadi bernama Muhajir.

Ia terlihat cukup lihai dalam berkendaraan serta melintasi rute ‘naik turun’ gunung di Pulo Aceh.

“Jalannya sekarang sudah cukup bagus. Kalau dulu, susah dilalui,” kata Muhajir.

Setelah melalui perjalanan sejam lebih, kami akhirnya tiba di desa terakhir Pulau Breueh.

Perjalanan berhenti di Desa Meulingge. Muhajir kemudian mengarahkan kami ke tanjakan sisi kanan jalan hingga titik terakhir jalan beraspal.

Di titik itulah Mercusuar Pulo Aceh berdiri dengan kokoh.

“Tak lengkap berkunjung ke Pulo Aceh tanpa pengunjungi Mercusuar ini,” kata Muhajir sambil tersebut.

+++

Ya, mercusuar merupakan ikon Pulo Aceh. Mercusuar ini juga disebut dengan nama Mercusuar Willem Torren III.

Pemilik nama terakhir adalah Raja Belanda dan Adipati Agung Luksemburg. Mungkin nama tersebut disemaikan karena mercusuar ini dibangun pada tahun 1875 atau semasa Raja Willem Torren berkuasa.

Willem III

Willem Torren sendiri memiliki nama lengkap Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau.

Willem lahir di Brussels, Belgia, pada 17 Februari 1817 dan meninggal di Het Loo, 23 November 1890 pada umur 73 tahun.

Pada 23 November 1890, dia meninggal dunia dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina yang ketika itu baru berumur 10 tahun.

Willem Torren dikenal sebagai Bapak Ekonominya Belanda. Willem dikenal giat membangun ekonomi serta infrastruktur di wilayah Hindia Belanda, dan Pulau Aceh termasuk salah satu wilayah yang menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur pemerintah Belanda di masa itu.

Mercusuar di Pulo Aceh ternyata merupakan salah satu dari tiga mercusuar yang menjadi warisan Belanda di dunia ketika masa penjajahan dahulu. Adapun dua mercusuar lainnya berada di Belanda yang kini sudah dijadikan museum, sementara satunya lagi berada di kepulauan Karibia.

Mercusuar ini memiliki tinggi 85 meter dengan warna dindingnya yang khas bercat merah dan putih.

Fungsi mercusuar ini sendiri  sebagai sumber cahaya untuk membantu navigasi kapal laut.

+++

Senator DPD RI, HM Fadhil Rahmi Lc, mengaku takjud dengan pemandangan yang terlihat dari puncak Mercusuar Willem Torren III.

“Luar biasa dan sangat indah. Ini harus dilestarikan,” ujar Syech Fadhil.

Mercusuar Willem Torren III sendiri kini dijaga oleh petugas di bawah Ditjen Perhubungan. Ada 4 petugas di sana. Dua berstatus PNS dan dua lainnya non PNS.

Mercusuar tersebut kini jadi icon wisata di Pulo Aceh.

Syech Fadhil berharap para petugas dapat memberikan pemahaman yang baik kepada pengunjung dan bersikap yang ramah sehingga icon ini jadi kebanggan Aceh untuk masa masa selanjutnya. []

Previous Post

PNA Tetapkan Sayuti Abubakar Sebagai Cawagub Pendamping Nova

Next Post

Harapan Komite III DPD RI pada Direksi Baru BPJS

Next Post
Persoalan Aceh Jadi Pembahasan Hangat di Paripurna DPD RI

Harapan Komite III DPD RI pada Direksi Baru BPJS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Dinas Kesehatan Pantau Lokasi Wisata Pantai di Aceh Besar

26/03/2026
Pemerintah Sebut Pemulihan Bencana Aceh-Sumatra Butuh Rp 130 Triliun

Pemerintah Sebut Pemulihan Bencana Aceh-Sumatra Butuh Rp 130 Triliun

26/03/2026
Garuda Pastikan Penumpang Arus Balik di Aceh Terakomodir

Garuda Pastikan Penumpang Arus Balik di Aceh Terakomodir

26/03/2026
USK Luncurkan Buku MemoryGraph untuk Merawat Ingatan Aceh

USK Luncurkan Buku MemoryGraph untuk Merawat Ingatan Aceh

26/03/2026
Kejari Sabang Periksa 22 Saksi Kasus Korupsi Dana Desa

Kejari Sabang Periksa 22 Saksi Kasus Korupsi Dana Desa

26/03/2026

Terpopuler

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

25/03/2026

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

Membesuk ‘Williems Torren’ di Ujung Pulo Aceh

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Ini Sosok Bagher Ghalibaf, Incaran Trump Buat Pemimpin Iran Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com