BANDA ACEH – Jajaran kepolisian diminta untuk menyita sepeda motor pembalap liar yang kerap meresahkan masyarakat di Aceh selama bulan suci Ramadhan.
Penyitaan tersebut dinilai penting sebagai bentuk tanggungjawab sosial serta mencegah terjadinya korban jiwa selama Ramadhan 1442 Hijriah.
Hal ini disampaikan Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, kepada wartawan di sela-sela buka puasa di Cafe Gampong Gayo, Rabu 21 April 2021.
Buka puasa ini tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana aturan yang ditetapkan pemerintah.
“Saya mendukung upaya kepolisian dan masyarakat dalam mencegah balapan liar yang biasanya terjadi malam hari hingga subuh di berbagai tempat di Aceh,” kata Syech Fadhil.
“Kalau bisa sepeda motornya disita hingga selesai Ramadhan. Ini sanksi sosial,” kata mantan ketua IKAT Aceh ini lagi.
Menurutnya, prilaku balapan liar selama Ramadhan kerap meresahkan masyarakat.
“Ini tanggungjawab bersama. Tanggungjawab masyarakat serta juga orang tua. Tak hanya meresahkan masyarakat tapi juga mencegah terjadinya korban jiwa.”
“Orangtua harus peka terhadap aktivitas anak di luar rumah. Demikian juga dengan masyarakat. Mari kawal aktivitas anak kita sehingga tak ikut-ikutan balap liar,” ujar wakil ketua Komite III DPD RI asal Aceh ini lagi.
Menurut Syech Fadhil, balap liar selama Ramadhan bukan hanya fenomena yang terjadi di Aceh tapi juga nasional.
“Hal ini perlu tanggungjawab bersama untuk mencegah korban jiwa,” kata senator yang dekat dengan kalangan dayah ini.









