Khadijah demikian ia biasa disapa.
Ia merupakan wanita berumur 50 tahun asal Desa Paya Rabo Timur, Kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara. Namun beberapa bulan terakhir ia tinggal di rumah orangtuanya di Desa Lancok, kecamatan yang sama.
Senyumnya mengembang saat menerima kunjungan Senator DPD RI HM Fadhil Rahmi Lc, Direktur Sahara Charity Nazaruddin Yahya Lc serta rombongan lainnya.
Ada juga Geuchik Lancok Arahman, Geuchik Paya Rabo Timur Muhammad serta ketua pemuda setempat.
Hadir juga tokoh Sawang Angkasa.
“Neutamong dan neuduek di ateuh tika,” ujar Khadijah.
Menurut Khadijah, dulunya jari jemarinya lihai dalam menyulam tikar.
“Namun sekarang tidak lagi,” ujar Khadijah.
Khadijah menderita lumpuh layu sejak kecil. Hal ini pula yang membuatnya sendiri hingga di usia senja.
Selama ini, ia berjalan dengan menggunakan kedua tangannya untuk berjalan antar kedua desa tadi. Hal ini pula membuat warga di dua kampung tadi bersimpati hingga akhirnya kisah Kak Khadijah sampai ke telinga Syech Fadhil dan Ustadz Nazaruddin Yahya.
Keduanya kemudian memberikan hadiah kursi roda untuk wanita tangguh itu.
“Sebenarnya kursi roda ini sudah diberikan pada sebulan lalu. Namun saya berkata, lebih baik diserahkan langsung. Alhamdulillah baru bisa dilakukan sekarang,” ujar Angkasa tiba tiba.
Raut wajah Khadijah sumringah. Apalagi saat melihat kursi roda yang dihadiahkan untuknya terbilang baru dan kokoh.
Syech Fadhil memapah Khadijah untuk duduk di atas kursi roda.
Ibu dari Khadijah kemudian bergabung ke ruang tamu. Wanita beruban itu tampak senang melihat anaknya kini memperoleh kursi roda.
“Nyan itangen drokuh neuk?” tanya dia.
Khadijah mengangguk senang. Ia berulangkali menyekat air mata karena terharu.
Demikian juga dengan Syech Fadhil dan Ustadz Nazar.
“Meunyoe neubalek tinggal kontrol di sampeng ban nyoe,” ujarnya lagi.
Khadijah mengangguk. “Teurimong geunaseh ustad,” katanya.
Di akhir pertemuan, Syech Fadhil juga menyerahkan beberapa Alquran untuk Desa Lancok dan Paya Rabo Timur. Dia berharap Alquran tersebut dapat dipergunakan untuk kemakmuran masjid setempat.
Rombongan ini meminta izin pamit usai sejam lamanya di rumah orangtua Khadijah.
“Semoga bermanfaat bagi ibu dan keluarga,” ujar Ustad Nazar di akhir pertemuan.










