Banda Aceh -Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Wakaf (Kabid Penaiszawa) Drs H Azhari mengajak jajaran Kementerian Agama bisa mensyiarkan ibadah qurban.
Dalam amanat apel Senin (21/6/2021) di halaman Kanwil, Azhari sampaikan bahwa meskipun jemaah haji Indonesia tidak berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah haji, tapi ibadah qurban tetap jadi ditunaikan.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa seekor lembu atau kerbau diperuntukkan tujuh orang, dan seekor kambing atau biri-biri diperuntukkan untuk satu orang,” ulangnya di depan Kakanwil, Kabag TU, para Kabid, serta para Pembimas dan peserta apel.
Kabid Penaiszawa ajak jajaran Kemenag bisa memberi pemahaman juga, misalnya pada guru, bahwa jika di madrasah atau sekolah ada pengumpulan uang qurban dari siswa, secara beramai-ramai untuk seekor kambing atau seekor lembu, itu pun bagus, bentuk syiar qurban.
“Supaya nanti siswa terbiasa dengan ibadah Qurban,” imbuh Azhari dalam apel pagi, 11 Dzulqaidah 1442 H.
Kabid Penaiszawa sampaikan tentang qurban saat menjelaskan satu makna dari QS Ali Imran 92, “lantanaalul birra hattaa tumfiquu mimmaa tuhibbuun….”
“Kamu tidak mencapai kebajikan yang sempurna sehingga kamu infakkan sebagian harta yang kamu cintai…,” kutipnya.
“Makna lain ‘al-birr’ ialah surga (jannah). Salah satu makna infaq ialah qurban,” paparnya, termasuk ajakan untuk berinfaq untuk mushalla.
Selain tentang qurban, Azhari sampaikan tentang seragam baru bagi karyawan Kemenag.
“Bahwa untuk Senin-Selasa, dengan baju putih dan celana (bawahan) gelap/hitam, Rabu-Kamis dengan baju batik, serta Jumat dengan baju bebas tapi sopan.”










