BLANGPIDIE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat Daya melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pengurus 23 Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di kabupaten setempat.
Rapat dalam rangka mengikuti babak Pra Kualifikasi (Pra Pora) III Aceh tahun 2021 itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Abdya Romi Syah Putra, SE, Rakor tersebut berlangsung di halaman kantor KONI Abdya di Blangpidie, Senin (26/07/2021).
Ketua Umum KONI Abdya Romy Syah Putra (RSP) didampinggi Sekretaris Umum Jufri Yusuf, S.Ag, MM dan Bendahara Umum Masroni pada kesempatan itu mengatakan, Rakor tersebut dilakukan sekaligus untuk evaluasi terhadap kegiatan beberapa cabang olah raga yang akan mengikut kualifikasi.
“Rakor ini merupakan langkah awal yang kita lakukan dalam rangka persiapan menghadapi Pra Pora yang akan datang. Selain itu, dalam rapat koordinasi ini kita juga akan mendengar pandangan umum dari pengurus Cabor masing-masing,” kata RSP.
Politikus Partai Demokrat itu juga mengakui jika pihaknya akan membentuk tim verifikasi secepatnya untuk menjaring atlet-atlet potensial yang bisa lolos ke Pora, mendapatkan secara maksimal atlet-atlet potensial yang akan tampil di Pra Pora dengan target lolos ke Pora.
“Tim verifikasi akan kita bentuk secepatnya, tim nantinya akan bekerja dan memanggil para pengurus cabang olahraga untuk melaporkan atlet-atlet potensi yang akan dikirim KONI Abdya ke Pra PORA. Tugas mereka verifikasi atlet dan menetapkan kuota atlet atau cabor yang ikut Pra Pora,” ucap RSP.
Romy Syah Putra yang juga merupakan Ketua Umum DPD Partai Demokrat Abdya itu mempunyai target besar akan bisa meloloskan sebanyak-banyaknya atlet dari semua cabang olahraga yang dipertandingkan di Pra Pora.
“Kita akan mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan dan berharap semua lolos Pora, sehingga kita akan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya, Aamiin,” asanya.
RSP juga mengungkapkan bahwa selain memaksimalkan atlet potensial yang dikirim Koni Aceh Berat Daya ke Pra Pora, tim juga akan mengefesienkan penggunaan dana.
“kita juga mengefesienkan dana yang kita miliki, karena dana yang tersedia kurang, sehingga tidak semua atlet bisa kita kirimkan ke Pra Pora. Untuk itu, atlet yang akan dikirim ke Pra Pora akan dilakukan seleksi, sehingga nantinya yang berpotensi saja yang dikirim ke Pra PORA 2021. Harapan kita seleksi yang dilaksanakan membuahkan hasil yang baik dan mampu menimalisir penggunaan anggaran, sehingga tidak terbuang sia-sia,” ungkapnya.
Reporter: Rusman










