BLANGPIDIE – Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Ikhsan Jufri, mengusulkan kepada Bupati Abdya, Akmal Ibrahim agar memberikan perhatian serius terkait pembangunan gedung Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kabupaten setempat.
Usulan tersebut disampaikan oleh politikus muda itu dalam Rapat Paripurna Penutupan Pembahasan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022 di Aula Gedung DPRK Abdya, Jumat, (13/08/2021).
“Dalam rapat paripurna inu saya menyampaikan permintaan dan harapan kepada bupati terhadap gedung MPU kita, karena saya melihat sudah sangat lama gedung MPU Abdya sangat tidak memadai,” kata Ikhsan Jufri dalam forum Paripurna tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung MPU tersebut bukan hanya semata tanggung jawab Eksekutif, tapi juga Legislatif, untuk sama-sama memperjuangkannya.
“Setiap mau Pemilu dan Pilkada para calon anggota Legislatif dan calon Bupati semuanya mendatangi para ulama, abu, teungku, bahkan berkeliling ke pesantren untuk meminta dukungan dari para ulama. Tetapi saya melihat, sudah berganti Bupati, berganti anggota DPR, gedung MPU masih sangat belum memadai,” ujar Ihsan atau yang sering disapa dengan panggilan Ustadz itu.
“Saya mendesak pak Bupati agar memberikan perhatian serius terkait usulan ini. Mudah-mudahan ini adalah kado terakhir pak bupati untuk para ulama kita yang ada di Abdya,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama pula Bupati Akmal Ibrahim, SH menjawab persoalan pembangunan Kantor MPU Abdya. Dalam pidato singkatnya Bupati Akmal menyampaikan bahwa, MPU sudah pernah ditawarkan agar kantornya harus berada di Kompleks Masjid Agung Abdya.
“Saya dan Pak Sekda juga sudah pernah menawarkan kalau kantor MPU itu harus dipindahkan ke Masjid Agung Abdya, semua lembaga-lembaga otonomi daerah itu rencananya memang kita pusatkan di Masjid Agung.
Bupati Akmal juga menjelaskan kenapa MPU ditawarkan harus berkantor di kompleks Masjid Agung Abdya. Menurutnya MPU sangat bagus untuk berkantor di masjid itu.
“MPU sangatlah cocok berkantor di Kompleks Masjid Agung Abdya, selain tempatnya bagus, di masjid juga selalu ada orang dan apalagi ada ulama-ulama dalam lembaga Islam itu. Di sana juga ada lembaga-lembaga otonomi daerah, namun kita juga menghargai MPU Abdya berpendapat lain,” pungkasnya.
Reporter: Rusman










